RADAR PALU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah tidak lagi melihat kemiskinan dan stunting sebagai dua isu terpisah. Lewat pendekatan baru yang lebih integratif dan berbasis data, pemprov membangun model transformasi sosial dengan menekankan sinergi program dan kepemimpinan berbasis bukti.
Hal ini ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) dan Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TP3S) Provinsi Sulteng yang digelar di Ruang Nagana Bappeda, Rabu (23/7).
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny Lamadjido, menyampaikan bahwa tantangan pembangunan hari ini tidak cukup dijawab dengan pendekatan sektoral. Harus ada keberanian untuk menyatukan misi besar dalam satu sistem kerja lintas sektor.
“Isu kemiskinan dan stunting saling bertaut. Kalau ingin hasil signifikan, solusinya juga harus terintegrasi,” kata Reny.
Dalam forum itu, Pemerintah Provinsi Sulteng memantapkan penggunaan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai acuan dalam penyaluran bantuan sosial dan intervensi penurunan stunting. Data menjadi alat kendali utama agar semua program tepat sasaran dan tidak tumpang tindih.
Sekjen Kementerian Sosial RI, Robben Rico, turut hadir membawa arahan langsung Presiden Joko Widodo terkait implementasi Inpres Nomor 8 Tahun 2025 tentang penghapusan kemiskinan ekstrem. Ia juga memperkenalkan gagasan Sekolah Rakyat sebagai inovasi pendidikan inklusif berbasis komunitas.
“Sekolah Rakyat bisa jadi jembatan generasi emas 2045. Pendidikan tak boleh lagi jadi beban, tapi alat pembebas,” ujar Robben.
Pemerintah Sulteng juga memadukan program nasional dengan platform lokal, yakni Program 9 BERANI, yang terdiri dari BERANI Sehat, BERANI Sejahtera, dan BERANI Cerdas sebagai motor utama dalam penanganan kemiskinan dan stunting secara simultan.
Dalam rapat tersebut, dilakukan penyerahan dokumen Rencana Aksi Penanggulangan Kemiskinan Tahun 2025 dan LP2KD 2024, serta penandatanganan status kemandirian desa berdasarkan indeks desa 2025. Momen penting lainnya adalah penerimaan lima siswa Sekolah Rakyat Tadulako Nambaso secara simbolis sebagai bentuk keberpihakan terhadap masa depan generasi muda.
Wagub berharap forum ini menjadi awal pergerakan lintas sektor yang konsisten dan menyentuh hingga ke pelosok desa.***
Editor : Muhammad Awaludin