BUOL-Saat ini warga di Kecamatan Tiloan, dan Kecamatan Momunu dan sekitarnya di Kabupaten Buol,
Provinsi Sulawesi Tengah sangat membutughkan sebuah sekolah lanjutan setingkat Sekolah Menengah Atas
(SMA). Masalah utamanya, hari ini Lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah
(M.Ts) dari wilayah Tiloan yang ada sembilan desa belum ada sekolah SMA-nya. Sementara Tahun ini
diperkirakan lulusan SMP dan M.Ts dari wilayah Tiloan, sekitar 300-an siswa-siswi lulusan tahun ini
(2025) kebingungan masuk SMA. Mau kemana?
Mereka juga, sama dengan anak-anak Indonesia lainnya punya mimpi mau jadi perawat, TNI-Polri,
apoteker (ahli farmasi), dokter, dengan basis keilmuannya adalah SMA.
Namun, kendala hari ini adalah jauhnya jarak dari wilayah Desa Panilan dan Desa Kokobuka Kecamatan
Tiloan sekitar 30 kilometer jauhnya menuju SMA terdekat yaitu di SMAN 1 Momunu. Mereka sudah banyak
mengeluh ke pihak sekolah terdekat yaitu di SMAN 1 Momunu, agak kesulitan mau sekolah di ibukota Buol
karena jaraknya yang jauh.
Selain itu, mereka harus mencari rumah tinggal atau kos-kosan. Pengakuan ini disampaikan pihak
Sekolah SMAN 1 Momunu, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah yang beberapa kali melakukan sosialisasi
penerimaan murid baru SMA di wilayah itu beberapa tahun ini dan tahun 2025. Bisa-bisa banyak yang
putus sekolah karena mereka mau masuk sekolah tetapi tidak bisa masuk SMA.
“Sekolah SMA akan mewujudkan mimpi putra dan putri Tiloan, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah menjadi
perawat, anggota TNI/Polri, apoteker dan bahkan dokter, ” ujar Sudirman Balosi, S.Pd, guru SMAN 1
Momunu, yang juga Ketua PGRI Momunu, Kabupaten Buol ini.
Data sarana pendidikan di Tiloan ada 6 SMP dan 1 MTs. Yaitu SMP 1 Tiloan, di Desa Boilan. SMP 2
Tiloan di Desa Panilan Jaya. SMP 3 Tiloan di Desa Jatimulyo. SMPN 4 Tiloan di Desa Kalaka. SMPN 5
Tiloan di Desa Air Terang. MTs berada di DEsa Kokobuka.(mch)