Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Spurs di Titik Kritis, Igor Tudor Tantang Pemainnya Bangkit Jelang Duel Lawan Liverpool

Agung Sumandjaya • Minggu, 15 Maret 2026 | 20:07 WIB

Pelatih Tottenham Hotspur, Igor Tudor
Pelatih Tottenham Hotspur, Igor Tudor
RADAR PALU – Tekanan besar sedang menyelimuti Tottenham Hotspur menjelang laga berat melawan Liverpool FC.

Namun di tengah situasi yang semakin sulit, pelatih Igor Tudor justru memilih menantang mental para pemainnya untuk bangkit.

Performa Spurs dalam beberapa pekan terakhir memang jauh dari harapan.

Rentetan hasil buruk membuat posisi tim di klasemen Premier League semakin tertekan, bahkan kini mereka hanya terpaut satu poin dari zona degradasi dengan sembilan pertandingan tersisa.

Situasi tersebut membuat posisi Tudor sebagai pelatih ikut terancam. Apalagi pelatih asal Kroasia itu mencatat awal yang sangat buruk dengan menjadi manajer pertama dalam sejarah klub yang kalah dalam empat pertandingan pertamanya.

Tekanan semakin memuncak setelah kekalahan telak dari Atlético Madrid di UEFA Champions League.

Hasil tersebut memicu kritik keras dari berbagai pihak dan memperkuat tuntutan agar manajemen Spurs segera melakukan perubahan di kursi pelatih.

Meski demikian, Tudor masih mendapat dukungan dari manajemen klub setelah melakukan komunikasi rutin dengan kepala eksekutif klub, Vinai Venkatesham.

Ia pun tetap dipercaya memimpin tim saat menghadapi Liverpool di Anfield.

Di tengah tekanan tersebut, Tudor mencoba memompa semangat timnya dengan pesan yang cukup keras.

“Anda bisa diam dan menangis atau Anda bisa berjuang. Anda bisa menjadi korban atau Anda bisa mengatakan saya bisa mengubah sesuatu. Inilah pesan yang saya sampaikan kepada para pemain,” ujar Tudor.

Namun realitas di ruang ganti tampaknya tidak sepenuhnya berjalan mulus. Saat ditanya apakah para pemain benar-benar mengikuti instruksinya, Tudor memberikan jawaban yang cukup jujur.

“Beberapa dari mereka memang tidak bisa mengatasinya.”

Pernyataan itu menandakan adanya masalah mental di dalam skuad Spurs yang tengah berada dalam tekanan besar. Situasi internal tim juga memunculkan tanda tanya terkait beberapa keputusan taktis sang pelatih. Salah satunya adalah tidak dimasukkannya gelandang Belanda Xavi Simons ke dalam susunan pemain inti. Menanggapi hal itu, Tudor hanya memberikan jawaban singkat.

“Saya memilih apa yang menurut saya terbaik untuk klub.”

Keputusan lainnya yang sempat menjadi sorotan adalah saat Tudor menurunkan kiper muda Antonín Kinský sebagai starter melawan Atlético Madrid. Penampilan sang kiper berakhir buruk setelah melakukan dua kesalahan dalam 15 menit pertama sebelum akhirnya ditarik keluar pada menit ke-17. Untuk pertandingan melawan Liverpool, posisi penjaga gawang dipastikan kembali dipercayakan kepada Guglielmo Vicario.

Selain masalah performa, Spurs juga harus menghadapi badai cedera yang membuat Tudor kesulitan menyusun komposisi tim terbaik.

“Kami selalu mencoba membangun sesuatu, lalu terjadi masalah lain, kartu merah, pertandingan berat, atau tiga hingga empat pemain cedera. Situasi seperti ini sangat jarang saya lihat sepanjang karier,” kata Tudor.

Bek Spurs Kevin Danso mengakui bahwa kondisi tim saat ini sangat serius. Ia menilai seluruh pemain sudah memahami bahwa perubahan sikap di lapangan menjadi hal yang mutlak.

Kini Spurs harus menghadapi ujian berat saat bertandang ke markas Liverpool. Tottenham sendiri belum meraih kemenangan liga sejak akhir Desember dan bahkan telah menelan enam kekalahan beruntun di semua kompetisi sebuah catatan buruk yang memperdalam krisis klub.

Jika hasil negatif kembali terjadi di Anfield, bukan tidak mungkin laga tersebut akan menjadi pertandingan terakhir Igor Tudor sebagai pelatih Tottenham Hotspur. (*)

Editor : Agung Sumandjaya
#sepakbola #liverpool #Radar Palu #tottenham hotspur #igor tudor