RADAR PALU-Meski Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 telah selesai dan kegiatan belajar mengajar sudah memasuki pekan kedua, SMPN 4 Palu menilai masih ada sejumlah aspek yang perlu dievaluasi sebelum pelaksanaan SPMB tahun depan.
Kepala SMPN 4 Palu, Hj Farida Batjo SPd MPd, mengatakan sistem penerimaan berbasis digital sudah memberikan banyak kemudahan. Namun, evaluasi tetap diperlukan agar pelaksanaannya semakin efektif dan mampu menjawab tantangan yang terus berkembang setiap tahun.
“Aplikasi perlu perbaikan berdasarkan hasil evaluasi setiap tahunnya. Pemahaman orang tua selaku pengguna juga perlu ditingkatkan bekerja sama dengan SD asal. Begitu juga dengan kami selaku pihak sekolah yang dituju, SDM kami juga harus ditingkatkan. Sebab bicara digital, memang harus selalu ditingkatkan,” ungkapnya.
Farida menjelaskan, meningkatnya jumlah lulusan SD menjadi salah satu tantangan terbesar dalam pelaksanaan SPMB tahun ini. Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kota Palu, lulusan SD pada 2026 mencapai sekitar 5.800 orang atau meningkat dibanding tahun sebelumnya yang berkisar 4.000 lulusan.
Lonjakan tersebut membuat persaingan masuk SMP negeri semakin tinggi. Di SMPN 4 Palu sendiri, jumlah pendaftar mencapai sekitar 670 orang, sedangkan sekolah hanya dapat menerima 352 siswa sesuai kapasitas 11 ruang belajar.
“Ini sesuai dengan kapasitas dan daya tampung sekolah,” ujar Farida saat ditemui di ruang kerjanya pada Jumat pagi (17/7/2026).
Selain keterbatasan daya tampung, pihak sekolah masih menemukan adanya kesalahpahaman masyarakat terkait jalur domisili. Menurut Farida, sebagian orang tua masih menganggap zonasi sebagai jalur seleksi sehingga muncul praktik menitipkan identitas calon siswa ke dalam Kartu Keluarga milik kerabat atau orang lain.
Ia juga mengajak masyarakat untuk mengubah pandangan bahwa hanya sekolah tertentu yang dianggap favorit. Menurutnya, seluruh SMP negeri di Kota Palu memiliki prestasi yang baik sehingga orang tua tidak perlu terpaku pada satu sekolah.
“Masalahnya di situ. Masyarakatnya belum tahu. Ada yang mau memasukan anaknya di sini (SMPN 4, red) karena kakaknya bersekolah di SMAN 1. Ada juga yang berpendapat karena semua saudaranya alumi tamatan di sekolah ini, maka anaknya itu ikut dimasukan di sini,” ungkapnya.
Farida berharap hasil evaluasi tahun ini dapat menjadi dasar penyempurnaan kebijakan SPMB 2027 sehingga kepuasan masyarakat, pemerintah, dan sekolah dapat tercapai secara bersama-sama.
“Tentu kita akan lebih baik. Orang tua merasa puas, pemerintah daerah puas, dan pihak sekolah juga puas. Tentunya kita semua harus bisa duduk bersama, termasuk anggota DPRD, bersama-sama menemukan titik temu. Sehingga aplikasi ini (SPMB, red) bisa terkoordinasi baik sesuai kebutuhan,” pungkasnya.(uq)
Editor : Nur Soima Ulfa