RADAR PALU – Krisis Guru SMK mulai membayangi SMKN 1 Palu seiring rencana pensiun sejumlah guru produktif atau kejuruan dalam waktu dekat. Kondisi tersebut dikhawatirkan mengganggu proses pembelajaran di beberapa jurusan yang saat ini sudah memiliki keterbatasan tenaga pengajar.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN 1 Palu, Masrun, mengatakan sekolah saat ini menghadapi kekurangan guru produktif dan berpotensi semakin berat pada tahun depan akibat gelombang pensiun.
"Kita ini sebenarnya kekurangan guru produktif takutnya tahun depan ini banyak pensiun," kata Masrun, Senin (25/5/2026).
Baca Juga: Mau Masuk SMKN 1 Palu? Nilai Rapor Saja Enggak Cukup, Tinggi Badan Diukur!
Menurutnya, jumlah tenaga pendidik di SMKN 1 Palu saat ini berada di kisaran 80 orang yang terdiri atas guru mata pelajaran umum dan guru produktif. Namun, jumlah pengajar kejuruan di setiap program studi relatif terbatas.
Masrun menjelaskan, rata-rata setiap jurusan hanya memiliki empat hingga lima guru produktif. Sementara dalam waktu dekat, masing-masing jurusan diperkirakan akan kehilangan satu hingga dua guru karena memasuki masa pensiun.
"Yang pensiun itu setiap jurusan ada 1 ada 2 tapi, guru produktifnya setiap jurusan cuma 4 atau 5. Sekarang setiap jurusan ada 2 pensiun, tinggal berapa itu, bukan stres kita memikirkan dari mana gurunya?" ujarnya.
SMKN 1 Palu Mulai Rasakan Dampak Kekurangan Guru
Kekurangan tenaga pengajar produktif disebut bukan lagi ancaman jangka panjang. Beberapa jurusan di SMKN 1 Palu telah merasakan dampaknya dalam beberapa tahun terakhir.
Jurusan Tata Busana, misalnya, kehilangan guru produktif sejak tahun lalu. Kondisi serupa juga terjadi pada Jurusan Kuliner yang masih menghadapi keterbatasan tenaga pengajar.
Sementara itu, Jurusan Kecantikan diperkirakan akan kehilangan satu guru senior pada tahun depan. Jika hal tersebut terjadi, jurusan tersebut hanya akan memiliki tiga guru produktif untuk melayani kebutuhan pembelajaran siswa.
Situasi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi sekolah, terutama di tengah tingginya minat peserta didik terhadap pendidikan vokasi dan program keahlian yang tersedia di SMKN 1 Palu.
Beasiswa Berani Cerdas Diharapkan Jadi Solusi
Menghadapi potensi krisis guru, pihak sekolah berharap program Beasiswa Berani Cerdas yang diinisiasi Gubernur Sulawesi Tengah dapat menjadi salah satu solusi jangka panjang.
Program tersebut diharapkan mampu membantu lulusan berprestasi melanjutkan pendidikan tinggi dan kembali mengabdi sebagai tenaga pendidik di sekolah asal setelah menyelesaikan studi.
Baca Juga: Heboh Bazar SMKN 1 Palu, Harga Menu Tembus Rp150 Ribu, Siswa Mengaku Kesulitan Menjual
"Saya terus terang terimakasih sekali sama Bapak Gubernur saya merasa bersyukur anak kita yang kemarin ada berapa yang tidak mampu, tapi ada keinginan untuk lanjut. Harapan kita seperti itu tiap tahun biar mungkin ada 5 atau 6 setiap jurusan satu saja, yang penting ada lanjut sehingga pulang, 4 tahun kemudian dia pulang jadi guru, kembali mengabdi walau hanya mungkin 2 tahun," kata Masrun.
Pihak sekolah berharap regenerasi guru produktif dapat berjalan lebih cepat sehingga kebutuhan tenaga pengajar kejuruan tetap terpenuhi dan kualitas pendidikan vokasi di Kota Palu dapat terjaga.***
Editor : Muhammad Awaludin