RADAR PALU – Budaya literasi di SDN 1 Talise Palu naik level. Di sini, siswa tidak cuma diminta membaca buku 15 menit lalu diam. Sekolah punya metode unik untuk memastikan siswa benar-benar paham isi bacaan. Caranya? Dengan 'dipaksa' tampil ke depan teman-temannya.
"Setelah mereka membaca, maju ke depan perwakilan masing-masing kelas. Setiap minggu berganti orang," ujar Nia Selviani Fatlolona.
Menurut Nia, banyak orang tua salah kaprah menganggap literasi hanya soal bisa membaca lancar. Padahal, esensinya adalah pemahaman. Dengan maju ke depan, siswa dilatih menjelaskan kembali apa yang mereka baca. Ini sekaligus menjadi ajang melatih keberanian dan public speaking.
Baca Juga: Curhat Guru di Palu: Hadapi Siswa Broken Home dengan ‘Journaling’
"Semua orang ingin attention. Jadi kita kasih itu kepada anak-anak sehingga mereka jadi termotivasi," tambahnya lagi.
Baca Juga: Siap-siap! SDN 1 Talise Palu Buka 2 Kelas Baru, Masuknya Gratis!
Metode ini terbukti ampuh. Siswa jadi lebih kompetitif dan percaya diri saat harus berbicara di depan publik sejak usia dini.
Program ini rutin digelar setiap Selasa saat apel pagi. Hasilnya, kepercayaan diri siswa SDN 1 Talise kini mulai jadi buah bibir.***
Editor : Muhammad Awaludin