RADAR PALU – Kecerdasan tanpa karakter hanyalah angka kosong. Prinsip itulah yang dipegang teguh Kepala Sekolah SD Inpres 1 Tanamodindi, Elfian, dalam memimpin sekolahnya hingga menembus kancah nasional, Selasa (28/4/2026).
Tak tanggung-tanggung, dalam setahun terakhir, sekolah ini berhasil membawa pulang medali emas di bidang Matematika dan Sains pada ajang Kompetisi Sains Indonesia (POSI). Nama-nama seperti Muhammad Fakih, Ratu Fadilah, hingga Ratu Aisyah menjadi bukti nyata keberhasilan program "Budaya Positif" yang dicanangkan Elfian.
"Bagi saya kalau tidak ada akhlak, secerdas apa pun itu nol. Karakter yang kita bangun duluan," tegas Elfian saat ditemui di sekolah.
Baca Juga: Kepsek SD Inpres 1 Tanamodindi 'Turun Gunung', Pantau Langsung TKA!
Elfian bercerita, pengalamannya mengajar selama 15 tahun di Parigi menjadi modal besar. Ia terbiasa hadir lebih awal, bahkan sejak pukul 06.00 WITA untuk menyapu bersama siswa. Kebiasaan disiplin inilah yang ia suntikkan ke SD Inpres 1 Tanamodindi sejak dua tahun lalu.
Hasilnya? Selain emas nasional, sekolah ini juga baru saja menyabet juara umum dalam ajang pengimbasan antar-sekolah di SD Unggulan Putra Kaili Permata Bangsa.
"Saya tidak cuma mengharap guru. Sebagai kepala sekolah, saya ikut kontrol langsung pembinaannya. Kita buatkan jadwal worker program agar belajar anak-anak terukur," tambahnya.
Baca Juga: Cerita Kepsek SD Inpres 1 Tanamodindi Dekap Siswa Disabilitas: Butuh Kasih Sayang
Meski tegas soal waktu, Elfian tak segan turun langsung ke kelas. Jika ada guru yang berhalangan hadir, ia sendiri yang masuk mengajar. Baginya, pendidikan adalah soal kemauan dan kehadiran yang tepat waktu.
"Kuncinya cuma itu: guru hadir tepat waktu, mengajar tepat waktu, dan evaluasi sebelum anak istirahat. Kalau itu jalan, tujuan pembelajaran pasti tercapai setiap hari," pungkasnya.***
Editor : Muhammad Awaludin