RADAR PALU – Lonjakan tajam terjadi di SDN 3 Palu. Tingkat literasi siswa tiba-tiba menembus angka sempurna: 100 persen.
Angka ini bukan sekadar statistik. Ini sinyal kuat bahwa ada perubahan serius di dalam ruang kelas.
Berdasarkan data rapor mutu terbaru, capaian literasi di SDN 3 Palu naik signifikan dibanding tahun 2024 yang masih berada di angka 93,33 persen.
Baca Juga: SDN 3 Palu Borong Juara, Dominasi FLS3N-O2SN Terbukti
Kenaikan 6,67 persen itu jadi bukti bahwa upaya sekolah selama ini tidak sia-sia.
Kepala SDN 3 Palu, Dutri, mengaku bersyukur atas hasil tersebut. Ia menyebut peningkatan ini sebagai salah satu pencapaian terbesar sekolah dalam beberapa tahun terakhir.
“Alhamdulillah untuk tahun ini, literasi di rapor mutu kami meningkat sekali dari tahun lalu,” ujarnya.
Di balik capaian itu, ada rutinitas sederhana yang dijaga ketat. Setiap Rabu pagi, sebelum apel dimulai, seluruh siswa diwajibkan mengikuti kegiatan literasi.
Baca Juga: TKA Didominasi Soal Cerita, Guru SDN 23 Palu Waswas Siswa Kesulitan Literasi
Durasi memang singkat, hanya 15 hingga 20 menit. Tapi dilakukan konsisten, tanpa putus.
Setelah itu, kegiatan membaca dilanjutkan di dalam kelas masing-masing. Guru ikut terlibat mengarahkan dan memastikan siswa benar-benar memahami bacaan.
Rutinitas ini yang kemudian menjadi fondasi peningkatan literasi secara menyeluruh.
Bagi Dutri, kunci keberhasilan bukan pada program besar, tapi konsistensi kecil yang dilakukan terus-menerus.
“Kami jalankan ini rutin. Tidak boleh putus. Itu yang bikin hasilnya terasa sekarang,” jelasnya.
Baca Juga: SDN 11 Palu Ubah Syarat PPDB, Siswa Harus Bisa Baca?
Tak hanya soal akademik, capaian ini juga berkaitan dengan target yang lebih besar. SDN 3 Palu sedang mengejar standar pelayanan minimal (SPM) pendidikan yang ditetapkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu.
Target itu bukan sekadar formalitas. Ada tekanan sekaligus tanggung jawab yang harus dijawab sekolah.
“Itu sudah jadi kontrak kami di Dinas Pendidikan. Jadi kepala sekolah dan guru harus benar-benar bersinergi untuk capai SPM,” tegas Dutri.
Baca Juga: TKA Didominasi Soal Cerita, Guru SDN 23 Palu Waswas Siswa Kesulitan Literasi
Namun, sekolah tidak hanya mengejar angka.
Di tengah fokus pada literasi, SDN 3 Palu juga memperkuat pembinaan karakter siswa. Bahkan, hal ini disebut sebagai pondasi utama.
Menurut Dutri, kecerdasan tanpa karakter hanya akan melahirkan masalah baru.
Karena itu, pembinaan karakter dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya di sekolah, tapi juga melibatkan lingkungan rumah.
Nilai-nilai seperti disiplin, tanggung jawab, dan etika terus ditanamkan dalam keseharian siswa.
“Anak-anak harus tetap pegang karakter. Itu yang paling penting,” katanya.
Dengan capaian literasi 100 persen, SDN 3 Palu kini berada di posisi yang cukup kuat. Tapi tantangan berikutnya justru lebih besar: mempertahankan kualitas.
Sekolah dituntut untuk tidak hanya menjaga angka, tetapi juga memastikan kualitas literasi benar-benar berdampak pada kemampuan berpikir siswa.
Di tengah berbagai tantangan pendidikan, SDN 3 Palu menunjukkan satu hal penting: perubahan bisa dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.***
Editor : Muhammad Awaludin