Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

PMD Morut Sebut Barang BKK Tak Sesuai Proposal Dibeli Offline

I
Penulis: Ilham Nusi❯
PEMBINAAN: Kabid Pemberdayaan dan Pembinaan Masyarakat Desa, Dinas PMD Kabupaten Morut, Fadlun. (FOTO: ILHAM NUSI/RADAR PALU)
PEMBINAAN: Kabid Pemberdayaan dan Pembinaan Masyarakat Desa, Dinas PMD Kabupaten Morut, Fadlun. (FOTO: ILHAM NUSI/RADAR PALU)

Advertisement

RADAR PALU – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Morowali Utara (Morut) membantah keluhan penerima Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Desa terkait barang tidak sesuai proposal yang dibelanja melalui marketplace.

Kepala Dinas PMD Morut melalui Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pembinaan Masyarakat Desa, Fadlun, SE, MM, menyatakan ketidaksesuaian barang itu terjadi pada belanja offline oleh desa.

Terkait keluhan itu, PMD telah memeriksa dokumen pembelian dan dokumentasi penyerahan barang kepada kelompok penerima BKK.

Hasil pemeriksaan menunjukkan barang yang dibeli melalui marketplace sesuai pesanan. 

Bukti transaksi juga tersedia lengkap, mulai dari faktur pembelian, nota pesanan, hingga dokumen pajak.

Advertisement

"Barang yang berbeda merek dengan usulan kelompok itu bukan pembelanjaan online. Itu dibeli langsung secara offline oleh desa," kata Fadlun kepada Radar Palu di Kolonodale, Selasa (28/4/2026).

Dia menjelaskan, sistem belanja online melalui marketplace hanya dipakai pada 2024.

Menurutnya, barang yang dibeli lewat marketplace sesuai dengan pesanan kelompok penerima manfaat.

"Kalau barang untuk BKK yang dibeli melalui online semuanya sesuai proposal," tegasnya. 

Fadlun menyebut PMD Morut mulai memakai sistem belanja online BKK Desa pada 2024. 

Advertisement

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer