
RADAR PALU — Rencana SDN 11 Palu ini bisa bikin orang tua deg-degan. Calon siswa kelas 1 ke depan tak lagi sekadar daftar, tapi harus lolos tes dasar membaca dan berhitung.
Kebijakan ini disiapkan jelang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran mendatang. Sekolah mulai menggeser fokus seleksi, dari sekadar administrasi ke kemampuan literasi awal.
Kepala SDN 11 Palu, Hj. Nurhayati, mengatakan langkah ini bukan tanpa alasan. Guru kelas 1 selama ini menghadapi tantangan serius saat mengajar siswa yang belum mengenal huruf sama sekali.
Baca Juga: Siswa TK Dikenali Tugas Basarnas Sejak Dini
“Ke depan kami mau buka mindset aturan baru. Harus ada tes, minimal anak mengenal huruf A sampai Z dan angka,” ujar Nurhayati, Selasa (21/2026).
Menurutnya, kondisi di lapangan cukup berat. Guru harus mengajar dari nol, bahkan untuk mengenalkan huruf dan angka dasar, di tengah tuntutan kurikulum yang terus berjalan.
Akibatnya, proses belajar mengajar jadi tidak optimal. Siswa yang sudah punya dasar literasi cenderung melaju lebih cepat, sementara yang belum tertinggal jauh.
“Yang berat itu saat mulai menulis dan membaca. Kalau dari awal belum kenal huruf, guru harus kerja ekstra,” jelasnya.
Rencana penerapan tes ini pun langsung memicu perhatian. Di satu sisi, kebijakan ini dinilai bisa meningkatkan kualitas pembelajaran sejak awal. Namun di sisi lain, muncul kekhawatiran soal akses pendidikan bagi anak yang belum sempat mengenyam TK.
Menanggapi hal itu, pihak sekolah memastikan tetap ada fleksibilitas. Latar belakang siswa akan jadi pertimbangan, terutama bagi mereka yang tidak punya kesempatan masuk pendidikan usia dini.



