Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Ditolak Sekolah Lain, Anak Difabel Diterima di GKST Imanuel Palu: Tanpa Syarat Rumit

Ade Safitri • Minggu, 19 April 2026 | 13:35 WIB
Seorang siswa difabel tersenyum bersama teman-temannya di halaman sekolah, mencerminkan ruang belajar yang menerima tanpa syarat (ilustrasi)
Seorang siswa difabel tersenyum bersama teman-temannya di halaman sekolah, mencerminkan ruang belajar yang menerima tanpa syarat (ilustrasi)

RADAR PALU - Pintu SMAS GKST Imanuel Palu terbuka lebar bagi anak berkebutuhan khusus (ABK). Saat sekolah lain menolak, di sini mereka justru diterima tanpa syarat berbelit.

Seorang orang tua sempat datang dengan ragu setelah anaknya ditolak di banyak sekolah. Jawaban kepala sekolah sederhana: “Bawa saja, Pak.”

Bukan Soal Nilai, Tapi Diterima dan Bisa Bergaul

Kepala sekolah, Rita Christi, menegaskan target pendidikan bukan sekadar akademik. Yang utama adalah kemampuan berinteraksi dan diterima lingkungan. 

Baca Juga: Haru Isra Miraj di Palu, Baznas Salurkan Sembako untuk 60 Difabel dari Dana Zakat ASN

Menurutnya, proses belajar terjadi dua arah.
Siswa difabel belajar bersosialisasi, siswa lain belajar empati.

Tanpa Syarat Rumit, Asal Ada Pendampingan

Sekolah tidak menetapkan syarat kompleks. Untuk kebutuhan berat, cukup ada pendamping dari orang tua atau guru pendamping difabel.

Baca Juga: Minim Informasi, Beasiswa Disabilitas Sulteng Belum Tepat Sasaran

Penilaian dilakukan melalui keterangan dokter atau psikolog. Ditambah asesmen dari guru Bimbingan Konseling.

20 Tahun Nyaris Nol Bullying

Selama dua dekade, kasus perundungan hampir tak terdengar. Sekolah aktif membangun budaya saling menjaga.

Usai MPLS, siswa diberi pemahaman tentang kondisi teman difabel. Tujuannya menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif.

Dari Tak Mau Bicara, Kini Berani Tampil

Perubahan nyata terlihat di sekolah.
Seorang siswa yang dulu tertutup kini mulai berani berkomunikasi.

Baca Juga: Beasiswa Disabilitas Sulteng Belum Ada, Ini Penjelasan Disdik

Ada juga siswa difabel yang menonjol di kegiatan Pramuka. Ia bahkan dipercaya menyampaikan materi meski berbicara terbata.

Terbuka untuk Semua, Termasuk Lintas Agama

Sekolah ini tidak hanya inklusif bagi difabel.
Siswa dari berbagai agama juga diterima.

Guru agama muslim disiapkan, dan kurikulum bersifat umum. Lingkungan belajar dirancang aman untuk semua latar belakang.***

Editor : Muhammad Awaludin
#GKST Imanuel #anti bullying #Pendidikan Palu #sekolah inklusi #Disabilitas