RADAR PALU - Kemendikdasmen meluncurkan 11 program prioritas dalam Program Pendidikan 2026 yang menitikberatkan pada peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah.
Pemerintah mulai menata ulang arah pendidikan nasional. Lewat Program Pendidikan 2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyiapkan strategi besar untuk menghadapi disrupsi teknologi.
Sebanyak 11 program prioritas digulirkan dengan fokus utama pada peningkatan kualitas guru dan kepala sekolah sebagai penggerak utama pendidikan.
Salah satu terobosan yang paling disorot adalah penguatan pembelajaran berbasis koding dan kecerdasan artifisial (AI).
Program koding dan AI dirancang bukan sekadar mengikuti tren teknologi. Kemendikdasmen menargetkan guru mampu mengajarkan literasi digital secara efektif sejak jenjang SD hingga SMK.
Baca Juga: Rehabilitasi Sekolah di NTB, Langkah Jasa Raharja Dukung Ekonomi Jangka Panjang
Dengan pendekatan ini, siswa diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan inovasi baru.
Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam Program Pendidikan 2026 untuk menyiapkan generasi yang adaptif terhadap perubahan zaman.
Tak hanya kurikulum, metode belajar juga mengalami perubahan. Kemendikdasmen mulai menerapkan pendekatan Deep Learning atau pembelajaran mendalam.
Pendekatan ini menekankan kemampuan analisis, evaluasi, serta keterkaitan ilmu dengan kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Febriyanthi Hongkiriwang Dorong Pendidikan Teologi Perkuat Moderasi Beragama dan Persatuan Nasional
Dengan begitu, siswa tidak lagi sekadar menghafal materi untuk ujian, melainkan memahami konsep secara lebih komprehensif.
Di sisi lain, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) mempercepat program Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Targetnya adalah menuntaskan Sertifikat Pendidik (Serdik) bagi guru yang telah aktif mengajar hingga tahun ajaran 2023/2024.
Selain itu, pemerintah juga membuka kuota bagi 12.500 guru untuk melanjutkan pendidikan S-1/D-IV. Program ini melibatkan 110 perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Program Pendidikan 2026 juga menyasar penguatan numerasi melalui Gerakan Numerasi Nasional (GNN).
Fokusnya adalah mengubah pandangan bahwa matematika merupakan pelajaran sulit, terutama di jenjang PAUD dan SD.
"Tujuannya adalah menanamkan mindset bahwa numerasi itu menyenangkan dan penting dalam kehidupan sehari-hari," tulis keterangan resmi Kemendikdasmen.
Melalui Program Pendidikan 2026, pemerintah berupaya membangun fondasi pendidikan yang lebih adaptif, inovatif, dan siap bersaing di tingkat global.***
Editor : Muhammad Awaludin