
RADAR PALU — Program pembibitan nasional yang digadang-gadang untuk rakyat justru memunculkan temuan serius di lapangan. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menemukan selisih data besar saat sidak di Manado, Sulawesi Utara.
Dari laporan 48 ribu bibit kelapa, jumlah yang ditemukan di lokasi hanya sekitar 17 ribu. Selisih inilah yang langsung memicu perintah pemeriksaan.
Sidak dilakukan di Desa Bengkol, Kecamatan Mapanget, Jumat (1/5). Hasilnya tak hanya soal jumlah. Kualitas bibit juga jadi sorotan.
“Ada bibit kecil yang tidak layak. Itu dari benihnya saja sudah tidak layak. Kami suruh ganti,” tegas Amran.
Temuan ini diperkuat dengan kondisi pemeliharaan kebun yang belum sesuai standar. Kombinasi masalah kualitas dan data membuat program ini dinilai perlu diawasi ketat.
“Laporannya 48 ribu. Kami temukan ternyata hanya kurang lebih 17 ribu. Ini harus ditambah,” ujarnya.
Tak berhenti di situ, Amran langsung meminta aparat penegak hukum turun tangan untuk memeriksa potensi penyimpangan.
“Kami minta reskrim, polres. Ini diperiksa. Kita harus berani membuka diri,” katanya.
Ia menegaskan, program pemerintah tidak boleh dijalankan sekadar formalitas atau pencitraan.



