Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gubernur Sulteng: OPD Mesti terbiasa Menyusun Program Berbasis Data, Money Follow Program Menjadi Paradigma

Muchsin Siradjudin
Penulis: Muchsin Siradjudin❯
RAKOR: Suasana pembukaan rakor Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulawesi Tengah, Kamis (30/4/2026).(FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU).
RAKOR: Suasana pembukaan rakor Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulawesi Tengah, Kamis (30/4/2026).(FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU).

Advertisement

Oleh: Hasanuddin Atjo *) 

GUBERNUR Sulawesi Tengah, diwakili wakil gubernur, Reny Lanadjido  secara resmi  membuka rapat koordinasi Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH), Kamis, 30/4/2026 bertempat di aula Dinas TPH 

Gubernur dalam sambutannya mengemukakan bahwa tiga  pilar utama yang menentukan capaian target 9 Berani yaitu  data valid, digitalisasi serta Inovasi-teknologi. Ini hal yang paling sering diingatkan oleh bapak Gubernur Anwar Hafid imbuh wakil Gubernur Reny Lamadjido.

Advertisement

Budaya menggunakan  data valid harus dibangun dalam menyusun program. Data bukan sekadar pelengkap, melainkan fondasi penentu keberhasilan atau kegagalan dari program 9  Berani.

Advertisement

Tanpa data valid, penyusunan program diibaratkan ,"berjalan  dikegelapan tanpa kompas". Dan sudah dipastikan  akan terjadi pemborosan anggaran, inefisiensi,  sehingga target  kinerja tidak akan tercapai.

Selain tiga pilar, pendekatan menyusun perencanaan mesti berubah  dari money follow fuction menjadi money follow program.  Dan perubahan ini menjadi salah tantangan pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Money follow program, salah satu cirinya alokasi anggaran berdasarkan skala program prioritas.  Tidak dibagi habis seperti pendekatan money follow fuction yang saat ini dinilai masih terlihat dipakai sebahagian OPD.

Dmpak perubahan paradigma ini, OPD/bidang/UPTD dengan terpaksa  anggarannya mesti dipangkas.. Dengan  harapan kinerja dari program prioritas (9 Berani) berpeluang untuk dicapai, dan dinikmati petani maupun  nelayan.

Target kinerja money follow program adalah berbasis outcome (manfaat), tidak lagi  output yang berorientasi  pada target pertanggungjawaban. Ini tantangan yang mestinya segera dibenahi, jika ingin keluar area "ketertinggalan"

Money follow program itu  menuntut data yang valid. Selain itu berbasis digital agar sinkronisasi program  dengan mudah dan cepat dilakukan. Inovasi, kolaborasi menjadi pelengkap paradigma ini.

Advertisement

Artikel Terkait

Terungkap, Beban untuk Pemadaman Listrik Wilayah Kerja PLN UP3 Palu Sebesar 35 MW

Terungkap, Beban untuk Pemadaman Listrik Wilayah Kerja PLN UP3 Palu Sebesar 35 MW

Mengungkap pemadaman listrik yang terjadi di beberapa wilayah penting di Sulawesi Tengah, karena beban pemadaman 35 MW.

Tujuh Usulan Masyarakat Adat Sulteng Diverifikasi, Wilayah Tambang Jadi Perhatian

Tujuh Usulan Masyarakat Adat Sulteng Diverifikasi, Wilayah Tambang Jadi Perhatian

Tujuh usulan masyarakat hukum adat di Sulteng diverifikasi, dengan perhatian pada dokumen, wilayah adat, dan potensi konflik agraria.

Inklusivitas Ekonomi Sulteng: Hiliirisasi Agro-Maritim Penting, Pemprov dan Untad Susun Peta Jalan  

Inklusivitas Ekonomi Sulteng: Hiliirisasi Agro-Maritim Penting, Pemprov dan Untad Susun Peta Jalan  

Sulteng lima tahun terakhir telah menunjukkan prestasi di bidang ekonomi yang membanggakan, lambungkan nama daerah di level Nasional.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer