RADAR PALU - Lulusan Universitas Widya Nusantara (UWN) Palu kini mulai menembus pasar kerja internasional. Tidak hanya bekerja di sektor pemerintahan dalam negeri, sejumlah alumni kampus tersebut juga berkarier di luar negeri, khususnya di bidang kesehatan.
Lulusan program studi keperawatan dan kebidanan menjadi yang paling banyak diminati oleh pasar kerja internasional.
Kabid Penalaran Minat dan Bakat Kemahasiswaan UWN Palu, Wendi Muhammad Fadhli, mengatakan beberapa negara seperti Arab Saudi dan Taiwan menjadi tujuan utama para alumni untuk bekerja.
Menurutnya, kebutuhan tenaga kesehatan di negara tersebut masih cukup tinggi sehingga peluang kerja bagi lulusan Indonesia terbuka luas.
"Kalau di Saudi, kebutuhan perawat dan bidan cukup tinggi. Sementara di Taiwan, yang banyak diminta itu caregiver untuk merawat lansia," ujar Wendi, Selasa (10/3/2026).
Selain di Timur Tengah dan Asia Timur, alumni UWN juga telah menjangkau negara-negara di kawasan Eropa. Wendi menyebut ada lulusan yang kini menetap dan bekerja di Jerman.
Ia bahkan mengungkapkan salah satu alumni telah membangun kehidupan di negara tersebut.
"Ada juga di Jepang beberapa mahasiswa kami. Bahkan sampai di Jerman. Ada yang sudah menikah di sana dan menetap," ungkapnya.
Menurut Wendi, keberhasilan alumni UWN menembus pasar kerja luar negeri tidak terlepas dari kemitraan yang dibangun pihak kampus dengan sejumlah lembaga dan perusahaan.
Kampus menjalin kerja sama dengan pemerintah melalui Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) serta perusahaan penyalur tenaga kerja seperti PT Timur Jaya Lestari untuk penempatan tenaga kesehatan di Arab Saudi.
Melalui kemitraan tersebut, mahasiswa dan alumni mendapatkan akses informasi serta jalur penempatan kerja yang lebih jelas dan terarah.
Wendi berharap kerja sama tersebut dapat terus membuka peluang lebih luas bagi lulusan UWN agar terserap di dunia kerja, baik di dalam negeri maupun luar negeri.
"Harapannya alumni ke depan bisa semakin banyak terserap di dunia kerja, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Bahkan sekarang kebutuhan di luar negeri itu sangat besar," pungkasnya.
Editor : Muhammad Awaludin