APBD Perubahan Palu: Rp900 Juta Dialihkan untuk IPAL, Pasar Murah Dapat Rp400 Juta

Annisa Wibdy • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 13:47 WIB
Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Palu, Nendra Kusuma Putra, FOTO: Annisa Nurul Wibdy.
Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Palu, Nendra Kusuma Putra, FOTO: Annisa Nurul Wibdy.

RADAR PALU - Anggaran sebesar Rp900 juta dalam pembahasan APBD Perubahan 2026 untuk Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagind) Kota Palu mengalami pengurangan. Anggaran tersebut dialihkan untuk mendukung pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Pasar Tavanjuka. 

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Palu, Nendra Kusuma Putra, usai rapat mitra kerja Komisi B bersama Disperdagind dalam rangka pembahasan perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.

Nendra mengatakan, dalam pembahasan tersebut tidak terdapat penambahan anggaran bagi Disperdagind. Namun, terdapat pengurangan anggaran yang berkaitan dengan kebutuhan pembangunan IPAL di Pasar Tavanjuka. 

Baca Juga: Lindungi Karya, Pencatatan Hak Cipta Lagu Gratis di Palu

“Jadi pembahasan Disperdagind tadi mengenai tentang APBDP perubahan. Pergeseran, penambahan tidak ada, tetapi ada pengurangan,” kata Nendra. Rabu, (2/9/2026). 

Menurutnya, pembangunan IPAL di Pasar Tavanjuka menjadi bagian penting untuk mendukung pengelolaan fasilitas pemotongan hewan. Pelaksanaan pembangunan tersebut akan dilakukan oleh dinas teknis dan diharapkan dapat direalisasikan pada tahun ini.

“Kalau masalah pengurangan anggarannya, yang tadinya anggaran ada Rp900 juta itu dikurangi, karena pembuatan IPAL di Pasar Tavanjuka. Pelaksanaanya dari Dinas PU,” jelasnya.

Baca Juga: Morowali Utara Perkuat Inventarisasi Kekayaan Intelektual Daerah

Nendra berharap pembangunan IPAL tersebut dapat segera terlaksana sehingga pada tahun depan fasilitas pemotongan hewan di Pasar Tavanjuka dapat beroperasi secara optimal. Kondisi itu diharapkan turut meningkatkan penerimaan retribusi dari sektor tersebut.

Selain pembangunan IPAL, Komisi B turut menyoroti capaian retribusi pasar. Hingga triwulan III, realisasi retribusi disebut telah mencapai 64 persen dari target yang ditetapkan.

“Kita berharap di bulan September ini dia bisa tembus sampai 75%. Tapi kami optimis dari yang disampaikan Ibu Kadis tadi, kita juga optimis bahwa sampai akhir September akan mencapai target 75% sesuai dengan kuartal yang ada TW3-nya,” ujarnya.

Baca Juga: Ketersediaan Bahan Baku Jadi Fokus Penguatan IG Bawang Goreng Palu

Untuk mendorong aktivitas perdagangan, Disperdagind juga menjalankan sejumlah inovasi, salah satunya melalui kolaborasi dengan Dinas Pertanian dalam program Palu Pangan. Program tersebut diarahkan untuk membantu menghidupkan kembali aktivitas pasar.

Dalam APBD Perubahan 2026, Disperdagind juga mendapat tambahan anggaran sebesar Rp400 juta yang bersumber dari fiskal Pemerintah Kota Palu. Anggaran tersebut akan digunakan untuk pelaksanaan pasar murah.

Nendra menyebut pasar murah tersebut direncanakan berlangsung sebanyak delapan kali setelah APBD Perubahan ditetapkan. Lokasi pelaksanaannya akan ditentukan dinas terkait dengan mempertimbangkan wilayah yang paling membutuhkan.

Baca Juga: Kanwil Kemenkum Sulteng Perkuat Harmonisasi Rencana Induk Persampahan Regional

“Untuk pembuatan pasar murah yang akan dilaksanakan setelah anggaran perubahan. Sebanyak 8 kali bisa dilaksanakan,” katanya.

Ia berharap pelaksanaan pasar murah dapat membantu masyarakat, khususnya di wilayah yang membutuhkan intervensi harga. Penentuan titik pelaksanaan nantinya akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.

Editor : Annisa Wibdy
Komisi B IPAL apbd DPRD Kota Palu Disperdagind