Bunda Wiwik Soroti Tingginya Perceraian, Penguatan Keluarga Dinilai Jadi Kunci

Muchsin Siradjudin • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 15:08 WIB
SAMBUTAN: Ketua BIPEKA DPW PKS Sulteng, Hj. Wiwik Jumatul Rofi
SAMBUTAN: Ketua BIPEKA DPW PKS Sulteng, Hj. Wiwik Jumatul Rofi'ah, sedang menyampaikan sambutannya.(FOTO: HUMAS PKS SULTENG/RADAR PALU).

RADAR PALU — Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Tengah sekaligus Ketua Fraksi PKS DPRD Sulteng, Hj. Wiwik Jumatul Rofi’ah, S.Ag., MH, menyoroti tingginya angka perceraian yang dinilai menjadi salah satu persoalan serius dalam ketahanan keluarga.

Hal itu disampaikan Bunda Wiwik, sapaan akrabnya saat didaulat memaparkan materi Ketahanan Keluarga dalam kegiatan silaturahim pengurus Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (Bipeka) PKS se-Sulawesi Tengah, Sabtu (29/8/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri dua pengurus Bipeka Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS.

Dalam pemaparannya, Bunda Wiwik mengatakan, persoalan keluarga tidak dapat dilepaskan dari berbagai tantangan sosial yang dihadapi generasi muda.

Baca Juga: Bunda Wiwik Apresiasi Penangkapan Tersangka Pembunuhan Satu Keluarga di Duyu

Salah satunya adalah pernikahan pada usia muda yang terjadi karena kehamilan di luar pernikahan.

Menurutnya, kondisi tersebut dapat menjadi awal munculnya persoalan baru dalam rumah tangga apabila pasangan belum memiliki kesiapan secara mental, emosional, maupun dalam menjalankan tanggung jawab keluarga.

“Banyak anak muda yang akhirnya menikah karena sudah terjadi kehamilan di luar nikah. Setelah menikah dan anak lahir, muncul berbagai persoalan, terjadi cekcok, kemudian berujung pada perceraian,” kata Bunda Wiwik dalam pemaparannya.

Baca Juga: Monitoring PT CPM, Bunda Wiwik Dorong Rekrutmen Transparan dan Perlindungan Pekerja

Ia menilai, fenomena tersebut perlu menjadi perhatian bersama karena perceraian tidak hanya berdampak kepada pasangan suami istri, tetapi juga terhadap tumbuh kembang dan masa depan anak.

Karena itu, Bunda Wiwik menekankan pentingnya penguatan keluarga sebagai pondasi utama dalam mencegah dan menekan angka perceraian.

Menurut dia, ketahanan keluarga perlu dibangun sejak sebelum pernikahan melalui pembekalan kepada generasi muda mengenai kesiapan berumah tangga, tanggung jawab sebagai pasangan, pola komunikasi, pengelolaan konflik, serta pengasuhan anak.

Baca Juga: Bunda Wiwik Apresiasi Kinerja Gubernur yang Disampaikan Saat Silaturahmi Bersama Relawan Koalisi

“Ketahanan keluarga harus menjadi perhatian bersama. Keluarga yang kuat merupakan pondasi penting untuk melahirkan generasi yang berkualitas sekaligus mencegah berbagai persoalan sosial,” ujarnya.

Ia juga mendorong agar pembinaan keluarga tidak hanya dilakukan setelah muncul persoalan, tetapi dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan berbagai unsur masyarakat.

Dalam konteks tersebut, Bipeka PKS dinilai memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada keluarga, termasuk membangun kesadaran generasi muda tentang pentingnya mempersiapkan kehidupan berkeluarga.

Baca Juga: Bunda Wiwik Tekankan Pengawalan Implementasi hingga Aturan Turunan

Bunda Wiwik berharap silaturahim pengurus Bipeka se-Sulawesi Tengah bersama jajaran Bipeka DPP PKS dapat memperkuat sinergi dalam menjalankan program-program ketahanan keluarga di daerah.

“Penguatan keluarga harus menjadi kerja bersama. Jangan sampai kita baru bergerak ketika persoalan sudah terjadi. Pencegahan harus dimulai dari penguatan keluarga,” katanya.(***)

Editor : Muchsin Siradjudin
Angka perceraian Persoalan serius menyoroti Bunda Wiwik