RADAR PALU — Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Badminton 2025 yang digelar PBSI Sulawesi Tengah di GOR Siranindi bukan sekadar agenda tahunan atau ajang memperebutkan Piala Gubernur.
Namun lebih dari itu, turnamen yang berlangsung 1 hingga 6 Desember 2025 ini menjadi upaya atau program dari PBSI Sulteng membina atlet-atlet muda potensial dari berbagai daerah di Sulteng.
Diikuti ratusan atlet muda dari berbagai kabupaten/kota, Kejurprov tahun ini menjadi pembuktian bahwa pembinaan daerah mulai bergerak ke arah yang lebih serius.
Baca Juga: Praperadilan Ditolak, Hakim Nyatakan Penetapan Tersangka IR Wahjudi Pranata Sah
Setiap peserta datang bukan hanya membawa raket dan ambisi juara, tetapi juga harapan daerah mereka untuk dapat menempatkan wakil di level nasional.
Gubernur Sulawesi Tengah, H. Anwar Hafid, dalam sambutannya menegaskan bahwa Kejurprov Badminton yang digelar PBSI Sulteng merupakan ruang penting bagi para atlet untuk tumbuh dan mengukir prestasi.
Ajang ini, menurutnya, sejalan dengan tagline sekaligus program pembangunan daerah Sulteng Nambaso.
Baca Juga: Sulteng Matangkan Identitas Fornas 2027, Logo, Maskot, Jingle Masuk Tahap Finalisasi
Ia menjelaskan bahwa pada hakikatnya Sulteng Nambaso berarti Sulteng Juara, Sulteng yang berprestasi. Konsep itu merujuk pada upaya melahirkan capaian-capaian unggul di berbagai bidang, mulai dari olahraga, seni, kebudayaan, hingga kemajuan masyarakat secara luas.
“Oleh karena itu, saya berharap kejuaraan ini menjadi tempat lahirnya para juara,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum PBSI Provinsi Sulawesi Tengah, Ir. Gufran Ahmad, ditemui terpisah mengatakan bahwa Kejurprov ini merupakan agenda rutin yang digelar PBSI Sulteng setiap tahun.
Baca Juga: Melayani Sepenuh Hati, Jasa Raharja Perkuat Edukasi Keselamatan dari Lingkungan Korban
“Kejurprov kali ini istimewa karena dihadiri dan dibuka langsung oleh Gubernur Sulteng yang juga menjadi penggagas kegiatan ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, ratusan atlet dari seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Tengah ambil bagian pada Kejurprov 2025.
PBSI Sulteng juga menyiapkan bonus pembinaan dengan total sekitar Rp50 juta untuk sejumlah kategori yang dipertandingkan, mulai dari usia dini, anak-anak, remaja, taruna hingga dewasa.
“Mudah-mudahan melalui Kejurprov ini kita bisa menemukan atlet-atlet terbaik yang akan mewakili Sulteng pada ajang nasional di Malang, Jawa Timur, pada 13–14 Desember 2025. Kejurprov ini juga menjadi rangkaian dari kejuaraan yang telah berlangsung di seluruh Pengcab PBSI,"pungkasnya. (*)
Editor : Taswin