IKM Kosmetik Indonesia Tembus Pasar Papua Nugini, Ekspor Parfum dan Gel Rambut Capai Rp707 Juta

Rina Abd Halik • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 10:56 WIB
PT. Follow Indonesia melakukan ekspor pelepasan ekspor produk parfum dan gel rambut ke Papua Nugini sebagai bagian dari upaya memperluas pasar produk kosmetik. (DOK: KEMENPERIN).
PT. Follow Me Indonesia melakukan ekspor pelepasan ekspor produk parfum dan gel rambut ke Papua Nugini sebagai bagian dari upaya memperluas pasar produk kosmetik. (DOK: KEMENPERIN).

RADAR PALU – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) kosmetik nasional agar semakin berdaya saing dan mampu memperluas akses pasar hingga tingkat global.

Upaya tersebut kembali membuahkan hasil. PT Follow Me Indonesia, salah satu IKM binaan Kemenperin, berhasil menembus pasar ekspor Papua Nugini melalui produk parfum dan gel rambut.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, keberhasilan IKM menembus pasar internasional menunjukkan produk kosmetik dalam negeri semakin kompetitif dari sisi kualitas, keamanan, dan inovasi.

Baca Juga: Anggaran Pendidikan Dipangkas Rp111 Miliar, Wagub Reny Pastikan Kuota Berani Cerdas Tak Berubah

“Pemerintah akan terus mendukung industri kosmetik, parfum, dan gaya hidup sehat (wellness) agar semakin meningkatkan kinerja positifnya di pasar ekspor. Produk kosmetik buatan Indonesia semakin dipercaya di pasar dunia karena memiliki kualitas yang baik, aman, dan terbukti memberikan manfaat bagi konsumennya,” kata Agus dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (16/9/2026).

Menurutnya, sektor industri kosmetik nasional memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan seiring perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin memprioritaskan kesehatan, kebugaran, kualitas, serta nilai-nilai kesehatan.

Momentum tersebut dinilai perlu dimanfaatkan pelaku industri nasional untuk memperkuat kapasitas produksi, meningkatkan inovasi, serta membangun merek lokal yang mampu bersaing di pasar internasional.

Potensi itu tercermin dari kinerja ekspor industri kosmetik pada 2025 yang mencapai USD473,8 juta. Angka tersebut meningkat 13,7 persen dibandingkan 2024 yang sebesar USD416,8 juta.

Baca Juga: MCSP dan SPI Morut Merah, Wabup Kejar OPD

“Peningkatan kinerja ekspor ini menjadi bukti bahwa pelaku industri kosmetik dalam negeri terus berkembang dan meningkatkan kualitas serta jangkauan akses pasarnya. Potensi ini harus dimanfaatkan oleh industri dalam negeri, termasuk pelaku industri kecil dan menengah,” ujar Agus.

Subsektor industri parfum dan wewangian juga dinilai memiliki prospek menjanjikan karena produknya semakin menjadi bagian dari kebutuhan masyarakat sekaligus gaya hidup.

“Tingginya minat pasar terhadap produk wewangian membuka peluang emas bagi ekosistem industri nasional untuk mencetak wirausaha baru yang adaptif, inovatif, serta siap tampil sebagai pemain utama di tingkat global,” imbuhnya.

Baca Juga: Wabup Morut Tekan OPD Tuntaskan Temuan BPK

Berdasarkan data Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) per Juli 2026, jumlah pelaku industri kosmetik di Indonesia mencapai 1.655 unit usaha. Lebih dari 87 persen di antaranya merupakan IKM.

Sementara itu, hingga Agustus 2026 tercatat lebih dari 370 ribu produk kosmetik telah terdaftar di BPOM.

Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) menjalankan berbagai program pembinaan terpadu bagi pelaku industri kosmetik, termasuk industri parfum.

Pendampingan tersebut diarahkan pada penguatan legalitas, peningkatan kualitas dan mutu produk, pengembangan kapasitas usaha, perluasan akses pasar, hingga fasilitasi pemenuhan sertifikasi Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik (CPKB).

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita mengatakan, keberhasilan PT Follow Me Indonesia melakukan ekspor ke Papua Nugini menjadi salah satu bukti konkret pembinaan pemerintah terhadap IKM kosmetik.

“Salah satu keberhasilan pembinaan industri lokal di sektor kosmetik terlihat dari tumbuhnya salah satu merek parfum lokal yang penjualan produknya mampu menembus pasar ekspor,” ungkap Reni pada acara Pelepasan Ekspor Produk Kosmetik dan Parfum milik PT Follow Me Indonesia ke Papua Nugini di Tangerang, Senin (14/9).

Menurut Reni, pelepasan ekspor tersebut tidak hanya menjadi capaian bagi perusahaan, tetapi juga menunjukkan industri kosmetik, khususnya parfum, memiliki daya saing dan kualitas yang semakin diakui di tingkat internasional.

Baca Juga: Ditlantas Polda Sulteng Gelar Aksi Donor Darah, Ratusan Peserta Turut Berpartisipasi

“Pelepasan produk ekspor ini merupakan salah satu bukti bahwa industri kosmetik, khususnya parfum, memiliki daya saing tinggi, kualitas produk yang diakui secara internasional, serta mampu bersaing di pasar global. Rekam jejak keberhasilan menembus pasar internasional menjadi bukti kuat bahwa mutu produk PT Follow Me Indonesia telah diakui di pasar internasional,” ujarnya.

Reni menambahkan, ekspor tersebut sekaligus menjadi momentum memperkuat hubungan perdagangan bilateral Indonesia dan Papua Nugini.

Kedekatan geografis menjadikan Papua Nugini salah satu pasar potensial bagi produk Indonesia, termasuk kosmetik dan wewangian.

Baca Juga: Komisi III DPRD Sulteng Soroti Kelangkaan BBM, Distribusi Diminta Diperbaiki

“Papua Nugini menjadi salah satu pasar ekspor tetangga yang potensial untuk terus dikembangkan, seiring dengan semakin terbukanya peluang penetrasi produk Indonesia di kawasan tersebut,” jelas Reni.

PT Follow Me Indonesia telah beroperasi selama hampir tiga dekade dengan fokus pada industri wewangian. Usaha tersebut bermula dari skala industri kecil dan kemudian aktif mengikuti program pembinaan sertifikasi CPKB yang diselenggarakan Ditjen IKMA.

“Berkat komitmen terhadap mutu dan pemenuhan standar yang ketat, PT Follow Me Indonesia berhasil bertransformasi menjadi IKM yang memiliki kemampuan memperluas pasar serta menjaga eksistensinya. Ketangguhan produk wewangian dan kosmetik perusahaan ini sebelumnya telah teruji ketika berhasil menembus pasar ekspor berstandar kualitas tinggi seperti Jepang, dan kini resmi melakukan ekspansi ke Papua Nugini,” tutur Reni.

Baca Juga: Anggaran Pendidikan Dipangkas Rp111 Miliar, Wagub Reny Pastikan Kuota Berani Cerdas Tak Berubah

Direktur Industri Kimia, Sandang, dan Kerajinan Kemenperin Budi Setiawan menjelaskan, pembinaan terhadap PT Follow Me Indonesia dilakukan secara berkelanjutan.

Sejak 2023, perusahaan telah mengikuti fasilitasi kemitraan dan temu bisnis IKM kosmetik. Kemudian pada 2024, perusahaan yang dipimpin Henry Suhardja tersebut memperoleh kesempatan mengikuti fasilitasi pameran Cosmetic Day dan Program Restrukturisasi Mesin dan Peralatan Ditjen IKMA.

Dari fasilitasi temu bisnis Ditjen IKMA tersebut, PT Follow Me Indonesia juga berhasil menjalin kemitraan dengan PT Indesso Aroma, pelaku industri besar dalam penyediaan bahan baku parfum yang berkualitas dan memiliki mesin canggih.

Budi berharap masuknya produk PT Follow Me Indonesia ke Papua Nugini dapat membuka jalan bagi produk kosmetik nasional lainnya untuk memasuki pasar tersebut sekaligus memperluas penetrasi produk Indonesia di kawasan regional.

Baca Juga: Polda Sulteng Gelar Lomba Melukis Mural dalam Rangka Hari Lalu Lintas Bhayangkara

“Ini membangkitkan semangat kita bahwa industri kosmetik Indonesia siap menjadi pemain kunci di tingkat dunia,” katanya.

Sementara itu, pemilik PT Follow Me Indonesia Henry Suhardja mengungkapkan, dalam pelepasan ekspor kali ini, perusahaan mengirim produk parfum dan gel rambut dengan nilai sekitar USD40.436 atau sekitar Rp707 juta.

“Kami berterima kasih dan bersyukur atas dukungan Ditjen IKMA Kemenperin serta seluruh pemangku kepentingan lainnya yang terus memberikan pembinaan kepada PT Follow Me Indonesia sebagai IKM binaan,” ujar Henry.

Baca Juga: Bajaj Maxride di Palu Bakal Dihentikan, Dishub Soroti Izin dan Persyaratan Teknis

Menurut Henry, dukungan tersebut memberikan dampak nyata bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kapasitas dan memperluas pasar ekspor ke berbagai negara.

Ia juga mendorong pelaku IKM lainnya untuk terbuka terhadap kolaborasi dengan sesama pelaku industri, pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, serta terus melakukan inovasi.

"Kita harus peka terhadap potensi pasar global dengan terus meningkatkan kreativitas dan inovasi, serta senantiasa memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Baca Juga: Revitalisasi Pasar Inpres Dimulai, Taman UMKM Disiapkan untuk 700 Lapak

Keberhasilan ekspor PT Follow Me Indonesia tersebut mempertegas pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri dalam meningkatkan kemampuan IKM nasional agar dapat naik kelas.

Kemenperin berkomitmen melanjutkan pembinaan secara terintegrasi agar semakin banyak IKM kosmetik Indonesia yang mampu memenuhi standar global, memperluas pasar ekspor, serta memperkuat posisi produk nasional dalam rantai nilai industri dunia.***

Editor : Rina Abd Halik
Sumber : https://www.kemenperin.go.id/
Kemenperin IKM Kosmetik Parfum Gel Rambut ekspor