Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Dua Peserta Pelatihan Kopdes Merah Putih Meninggal Saat Latsarmil, Kemhan Pastikan Lulus Tes Kesehatan

Talib • Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:48 WIB
Ilustrasi peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) calon manajer Koperasi Desa Merah Putih saat mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil). FOTO: DOK
Ilustrasi peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) calon manajer Koperasi Desa Merah Putih saat mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil). FOTO: DOK

 

RADAR PALU – Kabar duka menyelimuti pelaksanaan Latihan Dasar Militer (Latsarmil) bagi peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Dua peserta yang dipersiapkan menjadi calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti pendidikan di satuan TNI.

Kementerian Pertahanan (Kemhan) membenarkan peristiwa tersebut sekaligus menyampaikan belasungkawa kepada keluarga kedua peserta. Pemerintah juga memastikan keduanya telah memenuhi seluruh persyaratan administrasi dan kesehatan sebelum mengikuti program.

Melansir laporan EDITOR.ID, Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo, mengatakan dua peserta yang meninggal bernama Anisa Muyassaroh dan Yonanda Muhammad Taufiq. 

Baca Juga: Cuaca Panas Palu Jadi Alarm Perubahan Iklim, Wagub Buka Environmental Fest II 2026

"Mereka sedang mengikuti Latihan Dasar Militer di satuan pendidikan TNI," kata Rico, Selasa (23/6/2026).

Menurut Rico, Anisa Muyassaroh mengikuti pelatihan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan, Kalimantan Timur. Peserta tersebut mengalami gangguan kesehatan pada 18 Juni 2026.

Sebelum dirujuk ke rumah sakit, Anisa sempat memperoleh penanganan medis di fasilitas kesehatan yang berada di lingkungan satuan pendidikan. Hingga kini, pemerintah belum mengumumkan penyebab pasti meninggalnya kedua peserta.

Di sisi lain, media sosial sempat diramaikan informasi mengenai sejumlah peserta yang mengalami kelelahan selama mengikuti latihan. Beredar pula klaim bahwa cuaca panas dan padatnya jadwal kegiatan membuat beberapa peserta membutuhkan perawatan medis. 

Baca Juga: Kajati Sulteng Pererat Sinergi dengan Insan Pers, Apresiasi Peran Media dalam Publikasi Kinerja Kejaksaan

Namun, Kemhan belum memberikan keterangan resmi yang mengaitkan informasi tersebut dengan penyebab meninggalnya kedua peserta.

Kemhan menegaskan seluruh peserta SPPI yang mengikuti Latsarmil telah menjalani proses seleksi sesuai ketentuan. Salah satu tahapan yang wajib dilalui adalah pemeriksaan kesehatan untuk memastikan peserta layak mengikuti pendidikan dasar militer.

"Hasil pemeriksaan menunjukkan kedua peserta memenuhi persyaratan untuk mengikuti rangkaian pendidikan," ujar Rico.

Program SPPI sendiri merupakan jalur rekrutmen bagi calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih. Peserta mengikuti program secara sukarela melalui mekanisme seleksi yang telah ditetapkan pemerintah.

Melalui program tersebut, pemerintah menyiapkan sumber daya manusia yang diharapkan mampu memperkuat pengelolaan koperasi desa dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di wilayah pedesaan maupun kawasan pesisir.

Kemhan menegaskan keselamatan dan kesehatan peserta tetap menjadi prioritas dalam setiap pelaksanaan program. Evaluasi terhadap seluruh rangkaian kegiatan akan terus dilakukan guna memastikan standar keselamatan berjalan sebagaimana mestinya.***

Editor : Muhammad Awaludin
#SPPI #Kemhan #Latihan Dasar Militer #Berita Nasional #Kopdes Merah Putih