Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mentan Amran dan Putra Presiden Belarus Bahas Penguatan Kerja Sama Pertanian

T
Penulis: Talib❯
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menerima kunjungan Putra Presiden Belarus, Dmitry Lukashenko, di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (30/6/2026). (Istimewa)
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menerima kunjungan Putra Presiden Belarus, Dmitry Lukashenko, di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (30/6/2026). (Istimewa)

Advertisement

RADAR PALU – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman kembali menerima kunjungan Putra Presiden Belarus, Dmitry Lukashenko, di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (30/6/2026). Pertemuan kedua tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat hubungan strategis sekaligus mempercepat realisasi kerja sama di sektor pertanian.

Dmitry Lukashenko hadir bersama Menteri Pertanian dan Pangan Belarus, Yuri Gorglov. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban, menandai semakin eratnya komunikasi antara kedua pihak sejak pertemuan perdana pada Desember 2025.

Sebelum menggelar pertemuan resmi di kantor Kementerian Pertanian, Dmitry juga diketahui sempat berkunjung ke kediaman Mentan Amran. Kedekatan komunikasi tersebut dinilai menjadi modal penting dalam membangun kemitraan jangka panjang antara Indonesia dan Belarus. 

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan hubungan yang baik antarpemimpin menjadi fondasi untuk memperluas kerja sama yang saling menguntungkan, khususnya di bidang pertanian.

 "Dengan Belarus kita kerja sama. Ini kita dorong. Kemudian banyak hal diminta. Jadi kita kolaborasi saling menguntungkan," kata Amran.

Advertisement

Salah satu agenda yang menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut adalah upaya memperluas akses pasar bagi komoditas pertanian unggulan Indonesia ke Belarus. Pemerintah menilai negara tersebut memiliki potensi menjadi mitra strategis dalam meningkatkan nilai ekspor produk pertanian nasional. 

 "Kami ingin mendorong ekspor komoditas unggulan Indonesia ke Belarus. Indonesia memiliki potensi besar, sementara Belarus juga memiliki kekuatan yang bisa saling melengkapi. Dengan hubungan yang semakin erat, kami optimistis kerja sama ini akan memberikan manfaat nyata bagi kedua negara," ujar Amran.

Pertemuan kali ini merupakan tindak lanjut dari pembahasan yang telah dilakukan pada 1 Desember 2025. Dalam kesempatan tersebut, kedua pihak telah menjajaki berbagai peluang kolaborasi di sektor pertanian dan sepakat mempercepat implementasi kerja sama yang telah direncanakan.

Selain perdagangan komoditas pertanian, Indonesia dan Belarus juga membuka peluang penguatan investasi, pertukaran teknologi pertanian, hingga pengembangan inovasi yang diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sektor pertanian di kedua negara.

Pemerintah optimistis hubungan bilateral yang semakin erat akan membuka lebih banyak peluang kerja sama konkret serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Indonesia maupun Belarus.***

Advertisement

Artikel Terkait

Mentan Amran Sebut Pembibitan Kelapa Sultra Layak Jadi Contoh Nasional

Mentan Amran Sebut Pembibitan Kelapa Sultra Layak Jadi Contoh Nasional

Mentan Amran memuji pembibitan kelapa dan kakao di Konawe Selatan. Sultra mendapat alokasi 38 juta bibit untuk mendukung hilirisasi. 

   Diterpa Isu “Pesta Babi”, Mentan Amran Tegaskan Fokus Pemerintah di Merauke Adalah Ketahanan Pangan 

Diterpa Isu “Pesta Babi”, Mentan Amran Tegaskan Fokus Pemerintah di Merauke Adalah Ketahanan Pangan 

Mentan Amran menjawab polemik Merauke dan menegaskan program pemerintah fokus pada ketahanan pangan serta kesejahteraan petani.

Mahasiswa Sampaikan Keluhan Petani, Mentan Amran Langsung Turun Tangan

Mahasiswa Sampaikan Keluhan Petani, Mentan Amran Langsung Turun Tangan

Mentan Amran langsung tindak lanjuti keluhan pupuk dan irigasi dari mahasiswa Unhas demi mendukung petani dan pangan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer