Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Kementan Percepat Rehabilitasi 6.451 Hektare Sawah Pascabencana di Sumatera Barat

Talib • Selasa, 19 Mei 2026 | 21:13 WIB
Kementan melalui BRMP Sumatera Barat mempercepat rehabilitasi ribuan hektare sawah terdampak bencana guna menjaga produksi pangan dan mempercepat pemulihan ekonomi petani. (Istimewa)
Kementan melalui BRMP Sumatera Barat mempercepat rehabilitasi ribuan hektare sawah terdampak bencana guna menjaga produksi pangan dan mempercepat pemulihan ekonomi petani. (Istimewa)

 

RADAR PALU — Kementerian Pertanian terus mempercepat pemulihan sektor pertanian pascabencana hidrometeorologi di Sumatera Barat melalui rehabilitasi lahan sawah terdampak. 

Upaya tersebut dilakukan melalui pengawalan program, koordinasi lintas sektor, hingga pendampingan teknis kepada petani agar lahan dapat kembali produktif dalam waktu cepat.

Berdasarkan data Kementerian Pertanian, total lahan sawah terdampak bencana di Sumatera Barat mencapai 6.451 hektare yang tersebar di 14 kabupaten dan kota. 

Baca Juga: Pemkot Palu Dorong Pedagang Pasar Beralih ke Transaksi Non-Tunai

Penanganan dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan lahan kategori rusak ringan dan sedang agar petani segera kembali melakukan aktivitas tanam.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah hadir untuk membantu petani bangkit melalui dukungan rehabilitasi lahan, perbaikan irigasi, hingga bantuan sarana produksi pertanian.

“Sawah yang rusak diperbaiki oleh pemiliknya, tetapi biayanya ditanggung pemerintah pusat. Benih dibantu gratis, pengolahan tanah, hingga perbaikan irigasi juga dibantu pemerintah,” ujar Amran.

Baca Juga: Gebrakan SMKN 6 Palu: 7 Jurusan Kejuruan Kini Punya Nilai Jual Tinggi!

Sementara itu, Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian Fadjry Djufry mengatakan Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) di daerah mendapat mandat untuk mengawal seluruh program pemulihan pertanian pascabencana.

Menurutnya, rehabilitasi tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik lahan, tetapi juga memastikan petani memperoleh pendampingan teknologi pertanian yang sesuai dengan kondisi spesifik wilayah terdampak.

“BRMP hadir memastikan rehabilitasi berjalan cepat, tepat sasaran, dan berbasis penerapan teknologi pertanian agar produktivitas dapat kembali meningkat secara berkelanjutan,” kata Fadjry.

Baca Juga: Laris Manis! Ikan Lele Budidaya Murid SMKN 6 Palu Jadi Rebutan

Dalam pelaksanaannya, BRMP Sumatera Barat bekerja sama dengan pemerintah daerah, penyuluh pertanian lapangan, kelompok tani, hingga Direktorat Teknis Kementerian Pertanian.

 Pendampingan dilakukan mulai dari identifikasi lahan terdampak, pembersihan area sawah, pengolahan tanah, penataan drainase dan irigasi, hingga pendampingan budidaya.

Selain itu, pengambilan sampel tanah juga dilakukan di sejumlah lokasi terdampak banjir untuk mengetahui perubahan sifat fisik, kimia, dan biologi tanah akibat endapan material pascabencana.

Baca Juga: Fee Proyek Diduga Dipatok hingga 20 Persen, Dua Pejabat Dinas Peternakan Sigi Jadi Tersangka Korupsi

 Hasil uji laboratorium menjadi dasar penyusunan rekomendasi pemupukan dan langkah pemulihan lahan yang tepat.

Kepala BRMP Sumatera Barat, Salwati mengatakan pihaknya terus mengawal proses rehabilitasi agar produktivitas sawah masyarakat segera kembali optimal.

“Melalui kegiatan ini kami berharap pemulihan lahan pertanian dapat berlangsung lebih cepat sehingga ketahanan pangan daerah tetap terjaga,” ujarnya.

Baca Juga: Penggelapan Rp3 Miliar, Eks Kepala PT Timber Bangun Persada Jalani Sidang Tanpa Penahanan

Hingga saat ini, sekitar 2.100 hektare lahan telah memasuki tahap pertanaman kembali. Selain itu, rehabilitasi juga telah memasuki tahap konstruksi pada lahan seluas 3.049,89 hektare yang tersebar di 11 kabupaten dan kota di Sumatera Barat.

Untuk mendukung percepatan pemulihan, pemerintah juga menyalurkan bantuan berupa benih, pupuk, alat dan mesin pertanian, serta sarana produksi lainnya kepada kelompok tani terdampak. 

Pendampingan dan pengawasan terus dilakukan agar bantuan dimanfaatkan secara tepat sasaran.

Baca Juga: Kejari Sigi Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Proyek Olahan Pakan 2023-2024, Dugaan Setoran Capai Rp767 Juta

Ke depan, Kementerian Pertanian bersama pemerintah daerah, penyuluh, perguruan tinggi, TNI, dan kelompok tani akan terus memperkuat sinergi guna mempercepat pemulihan sektor pertanian pascabencana dan menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional. ***

Editor : Talib
#rehabilitasi sawah #BRMP Sumbar #pertanian Sumbar #Bencana hidrometeorologi #kementan