RADAR PALU – Siswi SMP asal Sidoarjo ini sukses guncang panggung diplomasi dunia di Korea Selatan! Meski sempat minder lawan sekolah internasional, Aqila Darryl membuktikan sekolah negeri juga bisa bicara banyak di level PBB. Dilansir dari Radar Jatim, langkah Aqila Darryl Rahma Raharjo, siswi kelas 8E SMP Negeri 1 Sidoarjo, patut diacungi jempol. Remaja berbakat ini baru saja menyabet penghargaan Honorable Mention dalam ajang Asia World Model United Nations (MUN) di Korea.
Bukan main-main, dalam simulasi sidang PBB yang digelar International Global Network ini, Aqila berperan sebagai diplomat yang mewakili negara Jamaika. Isu yang dibawa pun sangat berat: Masa depan anak di tengah gempuran Artificial Intelligence (AI).
Bertarung di Tengah Ratusan Peserta Dunia
Baca Juga: Keren! Buku Karya Siswa SMPN 1 Palu Resmi Dipatenkan
Perjalanan Aqila menuju Seoul tidak didapat secara instan. Ia harus melewati seleksi esai yang sangat ketat, bersaing dengan ribuan pendaftar dari berbagai belahan dunia.
"Ada sekitar 563 peserta dari seluruh dunia yang ikut seleksi di Korea. Indonesia kirim delegasi terbanyak, dan salah satunya saya," ungkap Aqila dengan nada bangga saat ditemui, Selasa (28/4/2026).
Di sana, ia bergabung dalam dewan UNICEF Chamber 2 Council. Selama empat hari (16-20 April 2026), Aqila harus beradu argumen dan merumuskan kebijakan agar teknologi AI tidak merusak tumbuh kembang anak-anak di Jamaika dan dunia.
Baca Juga: Program Unik SMPN 7 Palu Cetak Prestasi Internasional, Dari Taekwondo hingga OSN
Sempat Minder Lawan Sekolah Sultan
Meski sukses membawa pulang penghargaan, Aqila jujur mengakui perasaannya selama kompetisi. Ia sempat merasa "kecil" saat melihat peserta dari sekolah-sekolah swasta internasional.
Pasalnya, banyak peserta lain yang datang dengan dukungan fasilitas mewah, bahkan membawa pelatih (coach) debat internasional khusus. Sementara dirinya datang membawa nama besar sekolah negeri dengan persiapan yang lebih mandiri.
"Awalnya tahu MUN ini dari Mama. Karena ada saudara sering ikut dan dapat award, saya jadi tertantang buat coba juga," ceritanya.
Kegigihan Aqila memang luar biasa. Sebelum sukses di Korea, ia sempat gagal meraih penghargaan saat mencoba ajang serupa di Kuala Lumpur, Malaysia. Bukannya menyerah, ia justru memperbaiki diri hingga akhirnya pecah telur di Korea Selatan.
Kemenangan ini membawa pesan kuat dari Aqila. Ia berharap prestasinya ini membuka mata pemerintah dan pihak sekolah agar lebih melirik ajang diplomasi seperti MUN. Ia ingin siswa sekolah negeri diberikan pelatihan atau support sistem yang sama dengan sekolah internasional agar persaingan menjadi lebih adil.
"Harapan saya sekolah negeri bisa lebih di-support untuk ajang seperti ini, agar kita bisa bersaing lebih maksimal lagi dengan fasilitas memadai," harapnya tajam.
Senada dengan itu, Kepala SMPN 1 Sidoarjo, Matnuri, mengaku sangat bangga. Pria yang akrab disapa Abah Matnuri ini menegaskan sekolah akan terus mendukung potensi siswa hingga ke kancah internasional.
"Semoga ini jadi motivasi buat teman-teman yang lain. Masih kelas 8, jalan Aqila masih sangat panjang untuk terus mengharumkan nama bangsa," tutupnya.***
Editor : Muhammad Awaludin