Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Bus Jemaah Indonesia Kecelakaan di Madinah, 10 Orang Luka

Muhammad Awaludin • Rabu, 29 April 2026 | 14:35 WIB
Kecelakaan bus di Madinah, 10 orang dilaporkan luka ringan. (Instagram)
Kecelakaan bus di Madinah, 10 orang dilaporkan luka ringan. (Instagram)

RADAR PALU - Insiden kecelakaan bus yang membawa jemaah haji Indonesia di Madinah memicu perhatian serius pemerintah. Peristiwa yang terjadi pada 28 April 2026 pukul 10.30 waktu Arab Saudi itu melibatkan dua kelompok jemaah, yakni SUB-02 dan JKS-01, dengan total 10 orang mengalami luka ringan.

Kepala Biro Humas Kementerian Haji dan Umrah RI, Moh. Hasan Afandi, menyebut rincian korban terdiri dari tujuh jemaah JKS-01, dua jemaah SUB-02, serta satu pengurus KBIHU. “Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis dan dalam kondisi terkendali,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (29/4).

Dari seluruh korban, satu jemaah atas nama Sri Sugi Hartini (60) masih menjalani perawatan di RS Al Hayyat, Madinah. Sementara lainnya telah mendapat penanganan dan pendampingan dari petugas haji. 

Baca Juga: Dua Pesawat Haji Saudi Bermasalah, Pemerintah RI Layangkan Teguran Keras

Pascainsiden, pemerintah menegaskan kembali pentingnya pengawasan terhadap aktivitas Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU). Seluruh penyelenggara diminta disiplin berkoordinasi dengan petugas resmi serta mengutamakan aspek keselamatan jemaah selama di Tanah Suci.

“Kami tidak akan mentolerir pelanggaran. Tidak boleh ada pungutan tambahan atau aktivitas di luar kepentingan ibadah. Jika dilanggar, sanksi tegas hingga pencabutan izin akan diberlakukan,” tegas Hasan Afandi.

Di sisi lain, pemerintah memastikan kegiatan ibadah tetap berjalan normal. Fasilitas ziarah ke sejumlah lokasi utama di Madinah, seperti Masjid Quba, Masjid Qiblatain, dan Jabal Uhud, tetap difasilitasi dengan pengawasan ketat.

Memasuki hari kesembilan operasional haji 1447 H/2026 M, penyelenggaraan secara umum berjalan lancar. Data per 28 April mencatat 122 kloter dengan 47.834 jemaah telah diberangkatkan ke Tanah Suci. Sementara 113 kloter dengan 44.315 jemaah telah tiba di Madinah dan menempati akomodasi yang disiapkan. 

Baca Juga: Jamaah Haji Tersesat di Makkah? Nomor Ini Jadi Kunci Pulang

Pemerintah juga kembali mengingatkan jemaah agar mematuhi aturan penerbangan, khususnya terkait barang bawaan. Larangan membawa bahan berbahaya, cairan melebihi batas, serta barang titipan tanpa kejelasan isi ditekankan sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan bersama.

“Ini bukan sekadar aturan administratif, tetapi menyangkut keselamatan seluruh jemaah. Kepatuhan menjadi kunci agar ibadah berjalan aman dan nyaman,” tutup Hasan Afandi.***

Editor : Muhammad Awaludin
#Haji 2026 #Kemenhaj RI #Kecelakaan Bus Haji #Jemaah Indonesia Madinah #KBIHU