RADARPALU - Seorang pendaki bernama Kris Biantoro yang meninggal dunia saat mendaki Gunung Leuser akhirnya dimakamkan di jalur pendakian.
Keputusan tersebut diambil pihak keluarga setelah mempertimbangkan kondisi medan yang berat.
Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) dalam keterangan resminya menyebut, almarhum meninggal dunia akibat hipotermia pada 9 April 2026 di KM 44 atau yang dikenal sebagai “lapangan bola”.
Baca Juga: Messi Dikabarkan Beli UE Cornella, Bermain di Kasta Kelima Liga Spanyol
Perwakilan keluarga, Ahmad Pranoto (52), yang juga anggota TNI, memberikan izin kepada petugas untuk memakamkan jenazah secara syariat Islam di lokasi terdekat dari titik kejadian.
“Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan kondisi medan yang sangat berat dan keutuhan jenazah,” tulis BBTNGL dalam keterangannya, 14 April 2026.
Upaya evakuasi sebenarnya telah dilakukan sejak 10 April 2026 oleh tim gabungan yang terdiri dari Polres Gayo Lues, Brimob, dan personel BBTNGL. Tim berjumlah 15 orang tersebut bergerak menuju lokasi kejadian.
Baca Juga: Kepolisian Salzburg: Mobil Alex Manninger Tertabrak Kereta Api
Keesokan harinya, tim tambahan dari Basarnas Aceh Tenggara bersama BBTNGL juga dikerahkan untuk membantu proses evakuasi.
Namun, proses evakuasi menghadapi berbagai kendala. Selain medan yang ekstrem, upaya evakuasi melalui jalur udara tidak dapat dilakukan karena keterbatasan jenis helikopter yang tersedia.
Dengan kondisi tersebut, satu-satunya opsi adalah evakuasi darat yang dinilai berisiko tinggi terhadap kondisi jenazah.
Setelah berkomunikasi intens dengan pihak keluarga, akhirnya diputuskan jenazah dimakamkan di sekitar lokasi kejadian di jalur pendakian Gunung Leuser.
Pihak BBTNGL menyampaikan bahwa keluarga telah memahami kondisi di lapangan dan mengikhlaskan kepergian korban.
“Kami turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga almarhum serta mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi,” tulis BBTNGL.
Baca Juga: Bupati Verna Tekankan Pemberangkatan JCH Poso Aman Lancar
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para pendaki untuk selalu mempersiapkan diri dengan matang, terutama menghadapi risiko cuaca ekstrem di kawasan pegunungan.(*)
Editor : Mugni Supardi