Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Helikopter PK-CFX Jatuh di Sekadau, 8 Penumpang Diduga Tewas

Muhammad Awaludin • Kamis, 16 April 2026 | 21:34 WIB
Bangkai helikopter PK-CFX hancur di hutan Sekadau, diduga seluruh penumpang tewas. (Instagram)
Bangkai helikopter PK-CFX hancur di hutan Sekadau, diduga seluruh penumpang tewas. (Instagram)

RADAR PALU - Helikopter PK-CFX yang hilang kontak di Kalimantan Barat ditemukan hancur di hutan Sekadau, dengan indikasi kuat seluruh penumpang tewas.

Insiden terjadi Kamis (16/4/2026) saat helikopter milik PT Matthew Air itu terbang dari Melawi menuju Kubu Raya. Kontak terakhir terdeteksi di wilayah Nanga Taman, Kabupaten Sekadau.

Helikopter mengangkut 8 orang, terdiri dari pilot, co-pilot, dan enam penumpang dalam misi peninjauan perkebunan kelapa sawit. 

Baca Juga: SAR Gabungan Hentikan Pencarian Korban Jatuh di Perairan Morowali

Bangkai Ditemukan, Kondisi Hancur

Video melalui akun  @dailysekadau yang beredar luas  memperlihatkan badan helikopter hancur di tengah hutan. Struktur pesawat rusak parah, mengindikasikan benturan keras saat jatuh.

Perekam video menyebut tidak menemukan tanda-tanda korban selamat di lokasi.

“Telah ditemukan, ini real, banyak yang meninggal,” ujar suara dalam video tersebut. 

Baca Juga: Pesawat Pelita Air Ditemukan Jatuh di Long Bawan, Pilot Meninggal

Ia juga mengaku tidak melihat posisi co-pilot, memperkuat dugaan seluruh penumpang menjadi korban dalam kecelakaan ini.

Daftar Penumpang Terungkap

Dikutip dari media Berau terkini, melansir data awal yang menyebut helikopter diawaki pilot Capt Marindra W dan co-pilot Harun Arasyd.

Enam penumpang lainnya yakni Patrick K, Victor T, Charles L, Joko C, Fauzie O, dan Sugito.

Penerbangan dilakukan untuk kepentingan operasional perusahaan di area perkebunan. Namun hingga kini, belum ada penjelasan resmi terkait penyebab hilangnya kontak hingga berujung kecelakaan.

Evakuasi dan Investigasi Berjalan

Tim SAR dari Pontianak dan Sintang langsung bergerak ke lokasi begitu sinyal hilang kontak diterima. Proses evakuasi dilakukan di area hutan yang sulit dijangkau.

Selain evakuasi, otoritas juga mulai mengumpulkan data awal untuk menyusun kronologi kejadian. 

Baca Juga: Bukan Black Box, Tim SAR Temukan ELT Pesawat ATR 42-500 di Lokasi Jatuh

Sejumlah faktor masih dikaji, mulai dari kondisi cuaca, kemungkinan gangguan teknis, hingga human error.

Menanti Kepastian Resmi

Meski informasi awal mengarah pada tidak adanya korban selamat, otoritas belum mengeluarkan pernyataan final.

Identifikasi korban dan penyebab kecelakaan masih menunggu hasil investigasi di lapangan.

Peristiwa ini kembali menyorot risiko tinggi penerbangan non-komersial di wilayah terpencil Kalimantan, terutama pada jalur operasional perkebunan yang minim infrastruktur darurat.***

Editor : Muhammad Awaludin
#helikopter jatuh #sekadau kalbar #pk-cfx #kecelakaan udara #Breaking News