Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Keyakinan Konsumen Maret 2026 Tetap Kuat, Bank Indonesia Soroti Optimisme Ekonomi

Agung Sumandjaya • Minggu, 12 April 2026 | 18:25 WIB
JUAL BELI: Aktifitas jual beli masyarakat di Pasar. FOTO: DOK.2121STUDIO.COM
JUAL BELI: Aktifitas jual beli masyarakat di Pasar. FOTO: DOK.2121STUDIO.COM

RADAR PALU – Keyakinan konsumen Indonesia terhadap kondisi ekonomi nasional pada Maret 2026 tetap terjaga di level optimistis. Hal ini tercermin dari hasil Survei Konsumen yang dirilis Bank Indonesia (BI) dengan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) sebesar 122,9.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyampaikan bahwa meskipun sedikit menurun dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 125,2, angka tersebut masih menunjukkan optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi.

“Keyakinan konsumen pada Maret 2026 tetap kuat dan berada pada level optimis. Hal ini didukung oleh persepsi positif terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun ekspektasi enam bulan ke depan,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Baca Juga: Koffie Madjoe Jaya Palu, Kafe Vintage dengan Konsep Unik

Berdasarkan survei tersebut, Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) tercatat sebesar 115,4, sementara Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) berada di level 130,4. Keduanya masih berada di atas ambang optimis (indeks >100).

Ramdan menjelaskan, optimisme konsumen terutama ditopang oleh meningkatnya persepsi terhadap penghasilan saat ini yang tercermin dari Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI) sebesar 129,2. Selain itu, persepsi terhadap ketersediaan lapangan kerja dan pembelian barang tahan lama juga tetap berada di zona optimis.

Dari sisi ekspektasi, masyarakat memandang kondisi ekonomi ke depan masih menjanjikan. Hal ini tercermin dari ekspektasi penghasilan yang mencapai indeks 137,7, ketersediaan lapangan kerja 128,0, serta kegiatan usaha 125,5.

Baca Juga: Gagal Bayar Pinjol Tak Hangus, OJK: Utang Tetap Menempel

Tak hanya itu, survei juga mencatat adanya perubahan pola konsumsi masyarakat. Proporsi pendapatan untuk konsumsi meningkat menjadi 72,2 persen, sementara porsi untuk cicilan menurun menjadi 10,2 persen dan tabungan relatif stabil di 17,6 persen.

“Peningkatan konsumsi di tengah penurunan rasio cicilan menunjukkan daya beli masyarakat tetap terjaga dan kondisi keuangan rumah tangga relatif stabil,” tambah Ramdan.

Secara keseluruhan, Bank Indonesia menilai kondisi ini menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan pemulihan ekonomi nasional, meskipun tetap perlu diwaspadai dinamika global dan domestik yang dapat memengaruhi persepsi konsumen ke depan. (*)

Baca Juga: Bagian Keempat Rupang Buddha Nusantara Dicor di Palu, Libatkan Umat Daerah

Editor : Agung Sumandjaya
#daya beli masyarakat #Survei #bank indonesia #Daya beli