Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Prabowo Turunkan Biaya Haji 2026 di Tengah Kenaikan Avtur

Muhammad Awaludin • Kamis, 9 April 2026 | 08:32 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat rapat kabinet mengumumkan penurunan biaya haji 2026 di tengah kenaikan avtur global.
Presiden Prabowo Subianto saat rapat kabinet mengumumkan penurunan biaya haji 2026 di tengah kenaikan avtur global.

RADAR PALU - Presiden RI Prabowo Subianto memastikan biaya haji 2026 turun sekitar Rp2 juta, meski harga avtur global naik. Kebijakan ini disampaikan dalam Rapat Kerja Kabinet di Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/4).

Keputusan itu disebut sebagai komitmen pemerintah menjaga keterjangkauan ibadah haji bagi masyarakat.

“Kalau kita laksanakan, kita pastikan biaya haji 2026 kita turunkan sekitar Rp2 juta walaupun harga avtur naik,” kata Prabowo. 

Baca Juga: Imigrasi Palu Pastikan Paspor Umroh-Haji Tetap Lancar

Selain soal biaya, Prabowo juga menyinggung antrean haji yang mulai terpangkas. Dari sebelumnya mencapai 48 tahun, kini turun menjadi sekitar 26 tahun.

“Dan saya akan berjuang untuk lebih ringkas lagi,” ujarnya.

Prabowo mengungkapkan, Indonesia kini memiliki lahan seluas 45 hektare di Makkah. Lahan itu akan dikembangkan menjadi perkampungan haji untuk jemaah Indonesia.

Rencananya, kawasan tersebut akan dilengkapi puluhan menara untuk menampung jemaah. Pemerintah juga tengah mengupayakan terminal khusus di bandara Arab Saudi. 

Baca Juga: 1.751 Jemaah Haji Sulteng Siap Berangkat, Visa Rampung

“Supaya jemaah kita bisa lebih cepat masuk dan keluar,” kata Prabowo.

Di sisi lain, tekanan global justru mendorong kenaikan biaya penerbangan haji.

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menyebut, rata-rata biaya penerbangan awalnya sekitar Rp33,5 juta per jemaah. Namun, kenaikan harga avtur, premi asuransi war-risk, dan pelemahan rupiah membuat biaya membengkak.

“Biaya tersebut meningkat signifikan,” ujarnya.

Dua maskapai, Garuda Indonesia dan Saudia Airlines, bahkan mengajukan tambahan biaya akibat potensi pengalihan rute penerbangan untuk menghindari wilayah konflik.

Garuda mengusulkan tambahan Rp7,9 juta per jemaah, sementara Saudia Airlines sekitar USD 480 atau setara Rp8,1 juta.

Jika tanpa perubahan rute, biaya penerbangan naik menjadi Rp46,9 juta atau meningkat 39,85 persen. Sementara dengan skenario rerouting, biaya bisa tembus Rp50,8 juta atau melonjak hingga 51,48 persen.

“Kondisi ini menunjukkan penyelenggaraan haji berada dalam tekanan faktor global yang kompleks,” kata Yusuf.

Pemerintah saat ini masih berkoordinasi dengan maskapai untuk menekan dampak kenaikan biaya tersebut.

Penurunan biaya haji di tengah tekanan global menjadi sinyal upaya pemerintah menjaga akses ibadah tetap terbuka.

Bagi calon jemaah, termasuk dari Sulawesi Tengah yang antreannya masih panjang, kebijakan ini memberi sedikit ruang napas di tengah biaya hidup yang terus naik.***

Editor : Muhammad Awaludin
#biaya haji 2026 #parbowo subianto #avtur naik #penerbangan haji #haji indonesia