Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Prabowo Hentikan 1.030 Dapur MBG, Program Makan Bergizi Gratis Dievaluasi

Ade Safitri • Senin, 6 April 2026 | 17:58 WIB
Ilustrasi dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dihentikan sementara untuk evaluasi standar kualitas dan keamanan pangan.
Ilustrasi dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dihentikan sementara untuk evaluasi standar kualitas dan keamanan pangan.

RADAR PALU – Presiden RI Prabowo Subianto mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara operasional 1.030 dapur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kebijakan ini dilakukan sebagai bagian dari evaluasi besar-besaran terhadap pelaksanaan program tersebut.

Langkah tersebut disampaikan Prabowo dalam konferensi pers di kediamannya di Hambalang, Bogor, Kamis (2/4/2026), sebagaimana dilansir dari ANTARA.

Prabowo menegaskan, penghentian sementara dilakukan terhadap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak memenuhi standar ketat yang telah ditetapkan pemerintah. 

Baca Juga: 135 Siswa Diduga Keracunan MBG di Jakarta Timur

“Saya langsung cek. Panggil Kepala BGN dan saya terus cross-check,” ujar Prabowo.

Menurutnya, pemerintah tidak akan ragu menindak mitra yang tidak mampu menjaga kualitas layanan, terutama yang berkaitan dengan kesehatan dan keamanan pangan.

Presiden menekankan bahwa kebijakan ini bukan penghentian permanen, melainkan bagian dari evaluasi menyeluruh untuk memperbaiki program MBG ke depan.

“Saya kirim orang-orang saya yang ngecek. Saya kira, kalau nggak salah ya, dari sekian puluh ribu dapur, sudah kita tutup lebih dari seribu,” tegasnya. 

Baca Juga: MBG Dipangkas Jadi 5 Hari, Ini Alasan Pemerintah

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 1.030 dapur telah ditangguhkan operasionalnya.

Ke depan, seluruh dapur MBG diwajibkan memenuhi berbagai standar sertifikasi, mulai dari kebersihan, keamanan makanan, hingga kualitas air yang digunakan.

“Kalau dapur kamu mau survive, kamu harus lulus sertifikasi kebersihan, sertifikasi keamanan makanan, dicek airnya gimana, airnya aman, airnya dimasak seperti apa, kemudian omprengnya, semua itu ada kriterianya. Kalau tidak beres, ditutup,” ujar Prabowo.

Selain pengawasan internal, pemerintah juga membuka ruang bagi masyarakat untuk ikut mengawasi jalannya program MBG. Kepala sekolah, orang tua siswa, hingga masyarakat sekitar didorong untuk aktif memantau pelaksanaan di lapangan.

Langkah ini diambil untuk memastikan program Makan Bergizi Gratis berjalan transparan dan tepat sasaran.

Di akhir pernyataannya, Prabowo menegaskan pentingnya perubahan budaya kerja, dari sekadar laporan formalitas menjadi pengawasan nyata di lapangan.

Program MBG sendiri merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi generasi muda Indonesia.***

Editor : Muhammad Awaludin
#badan gizi nasional #Program pemerintah #Prabowo Subianto #Makan Bergizi Gratis #Dapur MBG