Aktivitas gempa susulan Sulawesi Utara tercatat cukup intens dalam beberapa jam setelah gempa utama. Stasiun Geofisika Manado mencatat sedikitnya tujuh kali gempa susulan.
Baca Juga: Gempa Maluku Utara M5,5 Guncang Pagi Ini, BMKG Pastikan Aman
Rinciannya, gempa susulan pertama berkekuatan 3,7 magnitudo, kedua 4,6, ketiga 3,6, keempat 4,9, kelima 3,9, keenam 4,0, dan ketujuh 3,1 magnitudo.
Rangkaian ini menunjukkan bahwa pelepasan energi tektonik masih berlangsung di wilayah tersebut.
Dampak Gempa Utama Masih Dipantau
Sebelumnya, gempa utama berkekuatan 7,6 magnitudo mengguncang wilayah sekitar 127 kilometer tenggara Bitung pada pukul 05.48 WITA.
Baca Juga: Gempa M 7,6 Guncang Tenggara Bitung Sulut, BMKG Peringatkan Potensi Tsunami
Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyebutkan pusat gempa berada di kedalaman 18 kilometer.
Guncangan kuat sempat memicu peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah pesisir.
Tidak Semua Gempa Susulan Terasa
BMKG menjelaskan, gempa susulan Sulawesi Utara tidak semuanya dirasakan masyarakat. Hal ini bergantung pada kekuatan gempa, kedalaman, dan jarak dari pusat gempa.
“Gempa susulan merupakan proses alamiah setelah gempa utama. Tidak semua terasa,” jelas pihak Stasiun Geofisika Manado.
Warga Diminta Tetap Tenang
Meski gempa susulan terus terjadi, masyarakat diminta tidak panik. BMKG mengimbau warga tetap tenang dan mengikuti informasi resmi.
Baca Juga: BMKG Catat 4.570 Gempa Sepanjang Februari 2026 di Indonesia, 65 Diantaranya Terasa oleh Masyarakat
“Masyarakat tetap tenang, selalu pantau peringatan dini dari BMKG,” tegasnya.
Wilayah Rawan Aktivitas Tektonik
Fenomena gempa susulan Sulawesi Utara ini kembali menegaskan posisi wilayah tersebut di jalur rawan gempa.
Sulawesi Utara berada di kawasan Ring of Fire yang dikenal memiliki aktivitas tektonik tinggi.
Masyarakat diimbau terus meningkatkan kewaspadaan dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi, terutama di tengah rangkaian gempa susulan yang masih berlangsung.***
Editor : Muhammad Awaludin