Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

SNBP 2026 Umumkan 178 Ribu Lulusan, Akses Kuliah Makin Terbuka untuk Siswa Kurang Mampu

Agung Sumandjaya • Rabu, 1 April 2026 | 13:53 WIB
Pejabat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama panitia SNPMB menyampaikan hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (31/3), yang menegaskan komitmen pemerintah memperluas akses pendidikan tinggi secara inklusif dan berkeadilan.
Pejabat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama panitia SNPMB menyampaikan hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (31/3), yang menegaskan komitmen pemerintah memperluas akses pendidikan tinggi secara inklusif dan berkeadilan.

RADAR PALU - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi mengumumkan hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) Tahun 2026 pada Selasa (31/3).

Pengumuman ini tidak hanya menandai kelulusan ratusan ribu siswa, tetapi juga mempertegas komitmen negara dalam memperluas akses pendidikan tinggi yang inklusif dan berkeadilan.

Dari total 806.242 peserta yang mengikuti seleksi, sebanyak 178.981 siswa dinyatakan lulus dan berhasil mengamankan kursi di 146 perguruan tinggi negeri (PTN) di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Haul Guru Tua ke-58, Kanwil Kemenkum Sulteng Dorong Pahlawan Nasional

Rinciannya, 155.543 peserta diterima di PTN akademik dengan tingkat penerimaan 20,09 persen, sementara 23.438 lainnya lolos ke PTN vokasi dengan tingkat penerimaan mencapai 30,34 persen.

Capaian ini juga diikuti dengan tingkat keterisian daya tampung yang tinggi, yakni 95,95 persen pada PTN akademik dan 87,04 persen pada PTN vokasi. Hal tersebut menunjukkan optimalnya proses seleksi yang mengedepankan prinsip transparansi dan meritokrasi berbasis prestasi.

Namun di balik angka kelulusan tersebut, perhatian besar juga diarahkan pada upaya pemerataan akses pendidikan, khususnya bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Tahun ini, pemerintah menghadirkan terobosan dengan mengumumkan status awal penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah bersamaan dengan hasil SNBP.

Baca Juga: Retorika Musrenbang: Antara Angka di Atas Kertas dan Fakta di Atas Tanah

Tercatat sebanyak 287.831 siswa mendaftar program KIP Kuliah melalui jalur SNBP. Dari jumlah tersebut, 64.471 peserta dinyatakan lulus, dan 33.045 di antaranya masuk kategori calon penerima atau ‘eligible’ berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Plt. Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT), Sandro Mihradi, menyebut penggunaan DTSEN membuat penyaluran bantuan semakin tepat sasaran.

“Dengan pendekatan ini, mahasiswa dari kelompok sangat miskin hingga rentan miskin dapat teridentifikasi secara lebih akurat dan memperoleh akses pendidikan tinggi,” ujarnya.

Baca Juga: Bupati Donggala Lantik Kadis PUPR dan Kadis Kesehatan

Menariknya, dari 33.045 calon penerima KIP Kuliah tersebut, sekitar 67 persen merupakan penerima Program Indonesia Pintar (PIP) jenjang SMA. Hal ini menandakan kesinambungan dukungan pemerintah dari pendidikan menengah hingga perguruan tinggi semakin kuat.

Meski demikian, status ‘eligible’ tersebut masih harus melalui tahap verifikasi dan validasi setelah peserta melakukan registrasi ulang di perguruan tinggi masing-masing. Pemerintah juga memastikan tidak ada pungutan biaya bagi calon penerima KIP Kuliah dalam proses tersebut.

Di sisi lain, Ketua Umum Tim SNPMB 2026, Eduart Wolok, mengingatkan bahwa peserta yang telah lulus SNBP tidak diperkenankan mengikuti jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) maupun seleksi mandiri hingga 2028.

“Kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh peserta yang telah dinyatakan lulus,” tegasnya.

Kemdiktisaintek juga menilai pelaksanaan SNBP tahun ini menunjukkan tren positif, terutama dari meningkatnya jumlah sekolah peserta, penggunaan e-rapor, serta partisipasi siswa dari berbagai daerah di luar Pulau Jawa. Hal ini menjadi indikator bahwa akses pendidikan tinggi semakin merata di seluruh Indonesia.

Bagi peserta yang belum berhasil melalui jalur SNBP, peluang masih terbuka melalui SNBT dan jalur mandiri yang diselenggarakan oleh masing-masing perguruan tinggi.

Adapun hasil SNBP 2026 dapat diakses secara resmi mulai pukul 15.00 WIB melalui laman pengumuman SNPMB dengan memasukkan nomor pendaftaran dan tanggal lahir peserta.

Dengan berbagai capaian tersebut, pemerintah berharap pendidikan tinggi tidak hanya menjadi ruang akademik, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam mendorong mobilitas sosial dan pembangunan daerah di masa depan. (*)

Editor : Agung Sumandjaya
#SNPMB 2026 #Radar Palu Jawa Pos #perguruan tinggi #kampus indonesia #ptn