RADAR PALU - Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, memastikan seluruh Kantor Urusan Agama (KUA) langsung aktif memberikan layanan sejak hari pertama masuk kerja.
“Di hari pertama masuk kerja, semua pegawai KUA, mulai dari penghulu, penyuluh agama, hingga staf, langsung aktif memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Abu saat mengunjungi KUA Sayung, Demak, Rabu (25/3/2026).
Ia menegaskan, layanan KUA tetap buka tanpa kendala meski pemerintah menerapkan kebijakan WFA bagi ASN.
Menurut Abu, kebijakan kerja fleksibel tidak memengaruhi pelayanan keagamaan di KUA. Seluruh layanan tetap berjalan seperti biasa.
“Layanan KUA tetap berjalan, mulai dari administrasi nikah, pencatatan pernikahan, hingga penyuluhan keagamaan dan layanan lainnya,” jelasnya.
Masyarakat pun diminta tidak khawatir untuk mengakses layanan. Petugas KUA tetap siaga, termasuk melayani secara tatap muka.
Abu menyebut, periode setelah libur Lebaran biasanya diikuti peningkatan kebutuhan layanan masyarakat, terutama terkait pernikahan dan administrasi.
Karena itu, Kementerian Agama memastikan layanan KUA tetap buka secara optimal agar kebutuhan masyarakat dapat segera terpenuhi.
“Kami memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan maksimal, terutama setelah libur panjang,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala KUA Sayung, Sugiharto, mengatakan pihaknya langsung membuka layanan sejak hari pertama kerja.
Pelayanan diawali dengan kegiatan halal bihalal antar ASN, kemudian dilanjutkan dengan layanan kepada masyarakat.
“Seperti pendaftaran nikah, rekomendasi nikah, surat keterangan belum menikah, legalisasi buku nikah, hingga bimbingan perkawinan,” ujarnya.
Ia menegaskan, langkah tersebut merupakan bentuk komitmen agar layanan KUA tetap buka dan optimal.
Sugiharto menambahkan, pihaknya berupaya memastikan seluruh kebutuhan masyarakat pasca Lebaran dapat segera dilayani.
“Kami berkomitmen memberikan pelayanan maksimal sejak hari pertama kerja agar kebutuhan masyarakat segera terlayani dengan baik,” pungkasnya.
Dengan layanan KUA tetap buka meski WFA, masyarakat diharapkan tetap mudah mengakses layanan keagamaan tanpa hambatan usai libur panjang.***
Editor : Muhammad Awaludin