Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Amran: Hilirisasi Kunci Ekonomi, RI Bisa Kuasai Dunia

Talib • Kamis, 26 Maret 2026 | 16:58 WIB

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat menghadiri Pertemuan Saudagar Bugis Makassar di Makassar.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat menghadiri Pertemuan Saudagar Bugis Makassar di Makassar.

RADAR PALU – Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pentingnya hilirisasi pertanian Indonesia dalam menghadapi dinamika global.

Hal itu disampaikan saat menghadiri Pertemuan Saudagar Bugis Makassar XXVI 2026 di Makassar, Kamis (26/3/2026). 

 

 

 

Menurutnya, Indonesia tidak boleh terus bergantung pada ekspor bahan mentah, melainkan harus mendorong pengolahan hingga produk jadi. 

Mentan Amran menyoroti sejumlah komoditas unggulan seperti kelapa, kelapa sawit (CPO), dan gambir yang memiliki potensi besar dalam hilirisasi pertanian Indonesia.

Ia menyebut, produk turunan seperti minyak olahan, santan, hingga air kelapa memiliki nilai jual jauh lebih tinggi dibanding bahan mentah. 

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat menghadiri Pertemuan Saudagar Bugis Makassar di Makassar.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat menghadiri Pertemuan Saudagar Bugis Makassar di Makassar.

“Kelapa kita kuasai dunia, nomor satu dunia. Masalahnya adalah kelapa dikirim bulat-bulat. Kalau ini diolah menjadi virgin coconut oil, coconut milk, coconut water, nilainya bisa puluhan sampai ratusan kali lipat,” ujarnya.  

Selain kelapa, Indonesia juga menguasai sekitar 80 persen pasar gambir dunia.

Namun, komoditas tersebut masih diekspor dalam bentuk setengah jadi sehingga nilai tambah dinikmati negara lain.

“Gambir itu 80% kita suplai dunia. Tapi yang dikirim setengah jadi. Kalau kita hilirisasi, nilainya ribuan triliun,” ungkapnya.

Hal serupa juga terjadi pada kelapa sawit (CPO), di mana Indonesia menguasai lebih dari 60 persen produksi dunia.

“Kalau CPO kita olah semua menjadi margarin, kosmetik, dan produk turunan lainnya, dunia akan sangat bergantung pada Indonesia,” jelasnya. 

Menurut Amran, hilirisasi pertanian Indonesia tidak hanya berdampak pada ekonomi nasional, tetapi juga membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Ia juga menyinggung tantangan dalam mewujudkan swasembada, termasuk adanya pihak yang tidak mendukung kemandirian Indonesia.

“Tidak semua orang senang kalau kita swasembada. Tapi kita akan lanjutkan perjuangan ini,” tegasnya.

Lebih lanjut, Amran menyebut Indonesia turut berkontribusi dalam menurunkan harga pangan dunia.

Hal itu terjadi setelah Indonesia berhasil mengurangi impor beras secara signifikan.

“Dulu harga pangan dunia itu $660 per ton, turun menjadi $340, terakhir datanya $368, 44%,” ujarnya. 

Menurutnya, penurunan impor beras hingga nol memberikan dampak besar terhadap stabilitas harga global.

keberhasilan sektor pangan Indonesia juga mendapat pengakuan internasional dari Food and Agriculture Organization.

Indonesia disebut meraih penghargaan ketahanan pangan dunia selama dua tahun berturut-turut, yakni 2024 dan 2025.

Selain itu, sejumlah negara mulai datang untuk belajar, termasuk Jepang, Kanada, Chile, dan Belarus.

Di akhir pernyataannya, Amran menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan isu strategis bagi sebuah negara.

Menurutnya, krisis pangan dapat memicu dampak serius hingga konflik sosial dan politik.

“Kalau krisis pangan akan melompat krisis politik dan konflik sosial bisa terjadi. Negara bisa runtuh kalau krisis pangan,” paparnya.

Pemerintah memastikan hilirisasi pertanian Indonesia akan terus didorong sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekonomi dan kemandirian nasional.***

Editor : Muhammad Awaludin
#CPO dan kelapa #hilirisasi pertanian Indonesia #Ketahanan pangan #Radar Palu #Andi Amran Sulaiman #swasembada pangan