Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Mentan Amran: Stok Beras Nasional Aman hingga 324 Hari ke Depan

Talib • Jumat, 6 Maret 2026 | 20:16 WIB

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman

RADAR PALU – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan kondisi pangan nasional, khususnya beras, berada dalam kondisi aman dan terkendali.

Berdasarkan data terbaru Kementerian Pertanian per Maret 2026, total ketersediaan beras nasional saat ini mencapai 27,99 juta ton. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 324 hari ke depan atau sekitar 10,8 bulan. 

 

 

 

“Kalau kita lihat data hari ini, ketersediaan pangan kita sangat aman. Total stok beras nasional cukup untuk 324 hari ke depan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” ujar Mentan Amran dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (6/3/2026). 

Produksi Beras 2,6–5,7 Juta Ton per Bulan

Mentan Amran menjelaskan produksi beras nasional berada di kisaran 2,6 hingga 5,7 juta ton per bulan. Angka ini berada di atas konsumsi rata-rata nasional yang mencapai sekitar 2,59 juta ton per bulan.

Pada periode Januari hingga Mei 2026, produksi beras nasional diperkirakan mencapai 16,92 juta ton. 

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan sektor pertanian Indonesia tetap kuat meskipun menghadapi berbagai tantangan global.

“Produksi kita tetap terjaga. Bahkan dalam beberapa bulan bisa mencapai 5,7 juta ton sehingga pasokan domestik sangat kuat,” katanya.

Stok BULOG Diperkirakan Tembus 5 Juta Ton

Sementara itu, stok beras pemerintah yang dikelola Perum Bulog saat ini mencapai sekitar 3,7 juta ton.

Jumlah tersebut diperkirakan meningkat hingga 5 juta ton dalam dua bulan ke depan seiring masuknya hasil panen raya di berbagai daerah.

“Kita perkirakan dalam dua bulan ke depan stok BULOG bisa mencapai 5 juta ton. Ini akan semakin memperkuat cadangan pangan pemerintah,” jelasnya. 

Antisipasi Kekeringan dengan Pompanisasi

Untuk menjaga produksi tetap stabil, pemerintah juga telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi terhadap potensi kekeringan akibat fenomena iklim.

Salah satunya melalui program pompanisasi lahan pertanian seluas 1,2 juta hektare yang telah dilakukan sebelumnya. Tahun ini, pemerintah menambah program pompanisasi untuk 1 juta hektare lahan lagi.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan tambahan irigasi perpompaan (irpom) untuk sekitar 1 juta hektare lahan pertanian guna memastikan ketersediaan air bagi tanaman padi.

“Potensi kekeringan sudah kita antisipasi sejak awal melalui pompanisasi agar produksi tetap terjaga,” ujar Amran. 

Ayam dan Telur Juga Surplus

Selain beras, kondisi beberapa komoditas pangan lain seperti ayam dan telur juga dilaporkan berada dalam kondisi surplus.

Ketersediaan pupuk bagi petani juga dinilai cukup bahkan mengalami penurunan harga sekitar 20 persen, yang diharapkan dapat mendorong petani untuk terus meningkatkan produksi.

“Kita tidak terlalu terpengaruh dengan kondisi geopolitik global maupun potensi El Nino. Produksi kita kuat dan stok kita aman,” tegas Mentan Amran.

Ia memastikan pemerintah terus melakukan berbagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas pangan nasional sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Insya Allah pangan kita aman. Produksi kuat, stok cukup, dan berbagai langkah antisipasi sudah kita lakukan,” pungkasnya.***

Editor : Muhammad Awaludin
#mentan amran sulaiman #Radar Palu #ketahanan pangan indonesia #cadangan beras bulog #stok beras nasional 2026 #produksi beras indonesia