RADAR PALU - Menteri Pertanian Amran Sulaiman menegaskan peran strategis pers dalam menjaga ketahanan pangan nasional di tengah tantangan global. Penegasan itu disampaikan pada Retret PWI di Pusdiklat Bela Negara Kemenhan, Jumat (31/1).
Menurut Amran, pemberitaan yang akurat, berbasis data, dan konstruktif menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap kebijakan pangan, termasuk di daerah seperti Sulawesi Tengah (Central Sulawesi) yang berperan sebagai wilayah produksi.
Amran menyebut sektor pangan tidak bisa dilepaskan dari dukungan informasi yang kredibel. Di era arus informasi cepat, media dinilai memiliki posisi strategis dalam membentuk pemahaman publik.
Ia menilai, narasi yang tepat dapat memperkuat optimisme petani sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga. Sebaliknya, informasi yang keliru berpotensi memicu kepanikan pasar.
“Media berperan menjaga keseimbangan informasi. Ketahanan pangan bukan hanya soal produksi, tetapi juga kepercayaan,” kata Amran dalam pemaparannya.
Retret PWI hari kedua ini menghadirkan sejumlah pejabat kementerian dan lembaga. Namun, fokus Amran tertuju pada pentingnya kolaborasi pers dan pemerintah dalam isu pangan.
Ia mencontohkan wilayah luar Jawa, termasuk Sulawesi Tengah, yang memiliki potensi pertanian besar dan perlu dukungan narasi positif agar program pangan berkelanjutan berjalan optimal.
Amran juga menegaskan keterbukaan data sebagai kunci. Menurutnya, pemerintah siap menyediakan informasi agar media dapat menyampaikan fakta secara utuh kepada masyarakat.
Secara nasional, ketahanan pangan menjadi agenda strategis pemerintah menghadapi perubahan iklim, dinamika geopolitik, dan fluktuasi ekonomi global. Peran pers dinilai krusial untuk menjaga stabilitas dan kepercayaan publik lintas daerah.***
Editor : Muhammad Awaludin