
RADAR PALU - Sejumlah mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu menggelar aksi demonstrasi sebagai bentuk keresahan terhadap berbagai persoalan yang dinilai masih terjadi di daerah, Kamis (10/9/2026).
Aksi tersebut digagas oleh organisasi mahasiswa (Ormawa) di lingkungan UIN Datokarama Palu. Para mahasiswa turun ke jalan bertepatan dengan September yang mereka nilai sebagai bulan yang sarat dengan berbagai peristiwa dan tragedi.
Presiden Mahasiswa UIN Datokarama Palu, Muhammad Ridwan, mengatakan aksi tersebut juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan sejumlah ketimpangan yang mereka nilai masih dirasakan masyarakat.
Baca Juga: Kanwil Kemenkum Sulteng Dalami Implementasi Kebijakan Jaminan Fidusia
“Aksi ini dibangun atas keresahan teman-teman Ormawa yang ada di UIN Datokarama Palu. Kami turun untuk memperingati dan sekaligus memberitahukan kepada pemerintah bahwasanya banyak ketimpangan hari ini di daerah,” ujar Ridwan.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa sejumlah tuntutan. Salah satunya meminta pemerintah melakukan evaluasi besar-besaran terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Menurut Ridwan, mahasiswa menilai kedua program tersebut perlu dievaluasi secara menyeluruh. Mereka bahkan meminta pemerintah mempertimbangkan penghentian program apabila dalam pelaksanaannya dinilai tidak memberikan dampak sesuai tujuan.
Baca Juga: Kemenkum Sulteng Harmonisasi Perubahan Rencana Kerja Perangkat Daerah Sigi
Mahasiswa juga menyoroti persoalan subsidi bahan bakar minyak (BBM). Mereka mempertanyakan berkurangnya ketersediaan BBM subsidi yang dinilai berdampak terhadap kelompok masyarakat, termasuk petani dan buruh.
Ridwan mengatakan, berdasarkan kajian yang dilakukan mahasiswa, terdapat dugaan pemangkasan anggaran subsidi BBM. Namun, pernyataan tersebut merupakan hasil kajian dan pandangan mahasiswa yang disampaikan dalam aksi.
“Kami menyuarakan jangan sampai demi kepentingan beberapa instansi akhirnya masyarakat banyak yang terkena dampaknya. Hari ini kaum tani dan kaum buruh yang memerlukan banyak BBM subsidi justru tidak mendapatkan hak-haknya,” katanya.
Baca Juga: Pemanfaatan Teknologi Digital Perkuat Jangkauan Layanan Literasi Hukum Masyarakat
Dalam aksi tersebut, bunda Wiwik ketua Fraksi PKS sekaligus sekretaris Komisi IV perwakilan DPRD Sulawesi Tengah sempat menemui massa. Namun, mahasiswa meminta agar Ketua DPRD Sulteng bersama seluruh pimpinan fraksi hadir untuk berdialog dan menyampaikan komitmen secara terbuka.
Ridwan menegaskan, mahasiswa akan tetap bertahan menunggu kehadiran pimpinan DPRD dan seluruh ketua fraksi. Jika tuntutan tersebut belum direspons, mereka menyatakan siap melanjutkan aksi pada hari-hari berikutnya.
“Kami akan tunggu. Kalaupun sampai malam kami akan tunggu sampai malam. Kalau sampai malam mereka tidak ada, kami akan datang besok lagi,” tegasnya.
Baca Juga: Kodam XXIII/Palaka Wira Perkuat Kesadaran Prajurit Berlalu Lintas
Editor : Annisa Wibdy