RADAR PALU – Kebakaran terus menjadi ancaman serius di Kota Palu. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Palu mencatat sedikitnya 318 kejadian kebakaran.
Angka tersebut kembali bertambah setelah api melanda kawasan permukiman di belakang Masjid Irradatullah, Kelurahan Tondo, Jumat (4/9/2026).
Dalam penanganan kebakaran itu, Damkarmat Kota Palu mengerahkan enam unit mobil pemadam serta 33 personel. Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 15.00 WITA setelah menerima laporan warga sesaat setelah salat Jumat.
Baca Juga: Astra Agro Raih Anugerah Ekonomi Hijau 2026 atas Transformasi Industri Perkebunan Berkelanjutan
Kepala Dinas Damkarmat Kota Palu Hasan Lahinding mengatakan, api berdampak pada sekitar tiga bangunan. Bangunan yang terdampak terdiri dari tempat kerja atau gudang mebel serta rumah tinggal.
Namun, hingga proses penanganan berlangsung, penyebab kebakaran belum dapat dipastikan.
“Kami belum bisa simpulkan apakah itu karena korsleting atau penyebab lainnya,” kata Hasan di lokasi.
Baca Juga: Kabar Baik, Utang Air Pelanggan Huntap Balaroa Bisa Diputihkan
Peristiwa di Tondo menambah daftar panjang kebakaran yang terjadi di Kota Palu. Damkarmat mencatat, sepanjang Agustus saja terjadi 88 kasus kebakaran.
Hasan menilai tingginya angka tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat. Risiko kebakaran, kata dia, tidak hanya berasal dari gangguan instalasi listrik, tetapi juga aktivitas sehari-hari yang kerap dianggap sepele.
Masyarakat diminta tidak membakar sampah sembarangan, terutama saat cuaca panas. Instalasi listrik di rumah juga perlu diperiksa secara berkala untuk menghindari korsleting.
Baca Juga: Ridho Hamzah Ungkap Pengawasan PBJ di Morut Masih Manual
Selain itu, penggunaan kompor gas harus mendapat perhatian karena kebocoran gas dapat memicu kebakaran.
Damkarmat mencatat sejumlah penyebab kebakaran yang terjadi selama ini berkaitan dengan rumah tinggal, gangguan atau korsleting kabel listrik, hingga aktivitas pembakaran sampah.
Tingginya frekuensi kejadian itu menjadi peringatan bahwa pencegahan kebakaran tidak hanya bergantung pada kesiapsiagaan petugas, tetapi juga kesadaran warga dalam mengurangi potensi munculnya api di lingkungan masing-masing.
Baca Juga: LAKSI Sentil Perkara Sulteng Nambaso dalam Putusan Praperadilan Gedung DPRD Morut
Sementara itu, petugas Damkarmat masih melakukan penanganan dan pendataan dampak kebakaran di Kelurahan Tondo.***
Editor : MOH FATHAHILA