RADARPALU - Sejumlah fasilitas publik yang dimiliki Pemerintah Kota (Pemkot) Palu saat ini turut mendapat perhatian masyarakat, khususnya akses terhadap para penyandang disabilitas.
Hal ini terjadi seiring dengan komitmen pemerintah untuk menciptakan sebuah kota yang inklusif.
Fasilitas publik seperti halte dan Bus Trans Palu pun turut menuai sorotan atas aksesibilitasnya bagi para penyandang disabilitas, khususnya pengguna kursi roda.
Baca Juga: Pemkot Palu Ajak Distributor Perkuat Komitmen Jaga Pasokan dan Stabilitas Pangan
Menyikapi persoalan tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palu, Trisno, memastikan peningkatan akses bagi penyandang disabilitas menjadi salah satu prioritas dalam pengembangan layanan transportasi umum di Kota Palu.
Selain menyiapkan fasilitas di dalam bus, pihak dishub juga akan menyesuaikan desain halte agar lebih ramah bagi pengguna kursi roda.
Ia menjelaskan, setiap armada yang beroperasi saat ini telah menyediakan ruang khusus yang dapat digunakan penyandang disabilitas. Desain pintu masuk bus juga dibuat lebih rendah untuk memudahkan penumpang saat naik dan turun.
Baca Juga: Lukman: Kesepakatan Distributor Penting untuk Kendalikan Inflasi
"Dalam bus sendiri sudah kami siapkan tempat untuk disabilitas, walaupun belum ada khusus untuk kursi roda. Kalau pintu masuknya pun kita buat lebih rendah, ya itu untuk memudahkan mereka" kata Trisno kepada Radar Palu, Rabu (1/7/2026).
Meski demikian, ia mengakui akses menuju bus dari halte masih belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan penyandang disabilitas. Kondisi tersebut menjadi salah satu masukan yang diterima sejak layanan Trans Palu mulai beroperasi.
Menurutnya, saat ini Kota Palu baru memiliki sekitar 20 halte sehingga pembangunan infrastruktur pendukung dilakukan secara bertahap menyesuaikan perencanaan dan kemampuan anggaran daerah.
Halte-halte baru yang akan dibangun nantinya dipastikan mengacu pada standar aksesibilitas bagi penyandang disabilitas.
"Ke depan, setiap pembangunan halte akan kami sesuaikan dengan standar untuk penyandang disabilitas. Itu sudah masuk dalam perencanaan," terangnya
Ia pun mengakui masih ada sejumlah kawasan yang belum memiliki halte, sehingga pembangunan fasilitas dilakukan berdasarkan skala prioritas dan ketersediaan anggaran.
Baca Juga: Bulog Sulteng Rampungkan Penyaluran Bantuan Pangan di Kota Palu
Karena itu, pembenahan aksesibilitas akan dilakukan bersamaan dengan pengembangan jaringan halte baru.
"Karena memang beberapa lokasi lain seperti Watusampu, itu sama sekali belum ada halte atau bus stop. Tapi itu kan tidak serta merta, karena hal tersebut merupakan masalah perencanaan juga anggaran," ungkapnya
Namun Trisno menegaskan, pengembangan layanan Trans Palu tentunya diarahkan untuk mendukung terwujudnya Kota Palu sebagai kota yang inklusif.
Baca Juga: Air Bersih Jadi Prioritas, EDC Panas Bumi Indonesia Bantu Ribuan Korban Gempa di Sigi
Berbagai upaya peningkatan akses transportasi bagi penyandang disabilitas akan terus dilakukan agar seluruh masyarakat dapat memanfaatkan layanan transportasi publik dengan aman dan nyaman.
"Ke depan kita sudah diarahkan untuk menyiapkan segala sesuatu, termasuk mempermudah akses untuk teman-teman disabilitas" tandasnya.(cr3)
Editor : Mugni Supardi