Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Ambulans Kelurahan di Tawaeli Dioptimalkan, Warga Bisa Akses Layanan Darurat hingga Antar Jenazah

Annisa Tri Yusnida • Kamis, 4 Juni 2026 | 15:56 WIB
Unit ambulans kelurahan yang digunakan untuk layanan kesehatan dan kebutuhan darurat masyarakat di Kecamatan Tawaeli, Kota Palu. (Annisa Tri YusnidaRadar Palu)
Unit ambulans kelurahan yang digunakan untuk layanan kesehatan dan kebutuhan darurat masyarakat di Kecamatan Tawaeli, Kota Palu. (Annisa Tri YusnidaRadar Palu)

RADAR PALU – Pemerintah Kota Palu terus mendorong pemanfaatan ambulans kelurahan agar dapat memberikan pelayanan yang cepat dan mudah bagi masyarakat. Di Kecamatan Tawaeli, layanan tersebut kini dioptimalkan untuk berbagai kebutuhan kemanusiaan, mulai dari mengantar warga yang sakit hingga pengantaran jenazah.

Camat Tawaeli, Hendra Okto Utama, mengatakan keberadaan ambulans di tingkat kelurahan menjadi salah satu upaya mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat, terutama warga yang berada jauh dari fasilitas kesehatan utama.

Menurutnya, warga yang membutuhkan layanan ambulans tidak perlu melalui prosedur yang rumit. Masyarakat cukup berkoordinasi dengan pihak kelurahan untuk mendapatkan bantuan sesuai kebutuhan. 

Baca Juga: Kasus Ambulans Tolak Jenazah Jadi Sorotan, Gubernur Sulteng Tegaskan Tak Boleh Ada Pembatasan Layanan

“Kalau masyarakat membutuhkan, bisa langsung menghubungi kelurahan. Prinsipnya ini untuk kemudahan layanan warga,” ujar Hendra saat ditemui di Rumah Jabatan Wali Kota, Kamis (4/6/2026).

Hendra menjelaskan, sebagian besar kelurahan di Kecamatan Tawaeli telah memiliki akses terhadap layanan ambulans. Meski demikian, masih ada beberapa wilayah yang belum memiliki unit ambulans yang berasal dari pemerintah.

Ia menyebut Kelurahan Baiya dan Panau menjadi wilayah yang masih membutuhkan tambahan dukungan armada. Namun, khusus untuk Panau, layanan ambulans sudah terbantu melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR). 

Baca Juga: Jejak Kepedulian Fauzan Mamala di Morowali Utara Dari Krisis Air Bersih, Ambulans Gratis, Lapangan Kerja hingga Pembinaan Olahraga

“Hampir seluruhnya sudah ada, yang belum ada itu Baiya dan Panau. Tapi Panau ada bantuan dari CSR, dari pemerintah yang belum ada,” ungkapnya.

Kehadiran armada dari dukungan pihak ketiga tersebut dinilai membantu memperkuat layanan darurat di tingkat kelurahan sehingga kebutuhan masyarakat tetap dapat terlayani.

Lebih lanjut, Hendra menegaskan bahwa pemanfaatan ambulans tidak dibatasi hanya untuk mengantar pasien yang sakit. Armada tersebut juga dapat digunakan untuk kepentingan sosial lainnya selama berkaitan dengan kebutuhan masyarakat.

“Bisa untuk orang sakit, bisa juga untuk jenazah. Yang penting kepentingan masyarakat dan kemanusiaan,” tegasnya.

Menurut dia, ambulans kelurahan harus menjadi fasilitas yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga. Karena itu, pemerintah kecamatan menginginkan agar pelayanan tidak terhambat oleh aturan yang berbelit dan justru menyulitkan masyarakat yang membutuhkan bantuan darurat. 

“Prinsipnya ambulans digunakan sebaik-baiknya, artinya harus bermanfaat. Untuk masyarakat yang membutuhkan kami upayakan selalu sedia,” pungkas Hendra.

Dengan optimalisasi layanan tersebut, Pemerintah Kota Palu berharap masyarakat dapat memperoleh akses transportasi darurat yang lebih cepat, mudah, dan merata hingga ke tingkat kelurahan.***

Editor : Muhammad Awaludin
#Ambulans Kelurahan #layanan kesehatan Palu #Pemerintah Kota Palu #Kecamatan Tawaeli #Hendra Okto Utama