RADAR PALU - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu kembali melaksanakan kurban pada momentum Idul Adha 1447 Hijriah. Tahun ini, sekitar sembilan ekor sapi disiapkan untuk dibagikan kepada keluarga besar DLH, terutama para petugas kebersihan yang sehari-hari bekerja di lapangan.
Kegiatan kurban tersebut berasal dari hasil patungan pejabat dan sejumlah pegawai DLH Kota Palu. Pembagian daging kurban diprioritaskan untuk sopir, buruh pengangkut sampah, hingga pengawas lapangan.
“Alhamdulillah ada sembilan ekor sapi. Ini hasil patungan pejabat dan beberapa staf untuk keluarga besar DLH, terutama sopir, buruh pengangkut sampah dan pengawas lapangan,” ujar Kepala DLH Kota Palu, Mohamad Arif, saat ditemui di kantornya, Kamis (28/5/2026).
Baca Juga: DPW PKB Sulteng Salurkan Daging Kurban, Perkuat Nilai Kebersamaan di Iduladha 1447 H
Bagi DLH Kota Palu, pelaksanaan kurban bukan sekadar agenda tahunan. Kegiatan itu juga menjadi bentuk perhatian kepada para petugas kebersihan yang selama ini berperan menjaga lingkungan kota tetap bersih.
Di tengah pelaksanaan kurban, DLH Kota Palu juga membawa pesan lingkungan kepada masyarakat. Momentum Iduladha dimanfaatkan untuk mengampanyekan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai saat pembagian daging kurban.
Baca Juga: BRI Cabang Palu Salurkan 522 Paket Daging Kurban untuk Panti Asuhan dan Dhuafa di Sigi Donggala
DLH bahkan telah mengeluarkan surat edaran kepada masyarakat dan panitia kurban agar tidak lagi menggunakan kantong plastik dalam pendistribusian daging.
“Kami berharap seluruh masyarakat Kota Palu yang melakukan pembagian daging kurban tidak lagi menggunakan plastik sekali pakai,” jelas Arif.
Sebagai bentuk dukungan, DLH menyiapkan sekitar 100 kantong berbahan daun silar atau kamboti sebagai alternatif pengganti kantong plastik. Masyarakat juga diimbau membawa wadah pribadi yang lebih ramah lingkungan saat menerima daging kurban.
“Kita siapkan kantong yang ramah lingkungan sebagai pengganti plastik sekali pakai,” terangnya.
Kurban dan Pesan Menjaga Lingkungan
Menurut Arif, penggunaan plastik sekali pakai masih menjadi persoalan serius karena sulit terurai dan berdampak pada pencemaran lingkungan.
Ia menilai kebiasaan menggunakan kantong plastik saat pembagian daging kurban perlu mulai dikurangi agar sampah tidak terus bertambah setelah perayaan Iduladha.
Baca Juga: Trinusa Group Salurkan 30 Ekor Sapi Kurban di Palu dan Morowali Utara
“Kita tahu plastik merupakan salah satu bahan yang sangat lama terurai. Kalau terus digunakan, lingkungan akan cepat terkontaminasi dan yang paling kita cegah itu ketika plastik sudah masuk dalam siklus makanan masyarakat,” tandasnya.
Langkah DLH Kota Palu tersebut mendapat perhatian karena menggabungkan semangat berbagi saat kurban dengan ajakan menjaga lingkungan. Penggunaan kantong daun dinilai menjadi alternatif sederhana yang lebih ramah lingkungan dan mudah diterapkan masyarakat.
Melalui kegiatan kurban tahun ini, DLH berharap kepedulian terhadap sesama dan lingkungan bisa berjalan beriringan dalam kehidupan masyarakat Kota Palu.***
Editor : Muhammad Awaludin