Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Simulasi: Dua Arah di Jembatan Palu Bisa Lancar atau Justru Macet

Muhammad Awaludin • Senin, 4 Mei 2026 | 16:49 WIB
Kondisi arus lalu lintas di Jembatan Palu yang direncanakan kembali menjadi dua arah.(Andika Nur HikmahRadar Palu)
Kondisi arus lalu lintas di Jembatan Palu yang direncanakan kembali menjadi dua arah.(Andika Nur HikmahRadar Palu)

RADAR PALU – Wacana mengubah arus Jembatan I Palu dan Jembatan III Palu menjadi dua arah berpotensi mengubah wajah lalu lintas kota. 

Namun perlu dicatat, skenario dampak berikut merupakan analisis redaksi Radar Palu berdasarkan data awal dan rencana yang tengah dikaji oleh Dinas Perhubungan Kota Palu, sehingga belum menjadi keputusan resmi pemerintah. 

Jika kebijakan ini diterapkan, ada dua kemungkinan besar: lalu lintas menjadi lebih efisien atau justru semakin padat. 

Baca Juga: IMIP Libatkan Petani Lokal dalam Rantai Pasok Industri, Pendapatan Kelompok Tani Tembus Ratusan Juta

 Skenario 1: Lalu Lintas Lebih Fleksibel 

Dalam simulasi ini, sistem dua arah berpotensi memangkas jarak tempuh dan waktu perjalanan. 

Pengendara tidak perlu lagi memutar jauh untuk mencapai tujuan. Akses antarwilayah menjadi lebih langsung. 

Efek yang diperkirakan:

• Waktu tempuh lebih singkat

• Distribusi kendaraan lebih merata

• Beban di ruas tertentu bisa berkurang 

Bagi pengguna harian, ini berpotensi meningkatkan efisiensi mobilitas di pusat kota. 

Skenario 2: Risiko Kemacetan Baru 

Namun di sisi lain, tanpa pengaturan matang, sistem dua arah juga berisiko memicu kepadatan baru. 

Titik pertemuan arus kendaraan berpotensi menjadi simpul kemacetan, terutama pada jam sibuk. 

Baca Juga: Jalan Longsor dan Minim Penerangan, Pengalihan Arus PT PAU Tuai Kecaman

Beberapa risiko yang mungkin terjadi: 

• Penumpukan kendaraan di akses masuk jembatan

• Konflik arus dari dua arah

• Kepadatan di ruas penghubung seperti Jalan Gajah Mada Palu dan Jalan Kimaja Palu 

Dalam simulasi ini, jika volume kendaraan tinggi tidak diimbangi rekayasa lalu lintas, potensi kemacetan justru meningkat. 

Faktor Penentu: Data Volume Kendaraan 

Keberhasilan skema dua arah sangat bergantung pada data volume kendaraan harian. 

Melalui survei RHL/AADT yang tengah dilakukan Dishub, pemerintah akan mengetahui pola arus kendaraan secara akurat. 

Data inilah yang akan menentukan apakah kebijakan ini layak diterapkan atau tidak. 

Dampak ke Aktivitas Warga 

Perubahan arus tidak hanya berdampak pada pengendara, tetapi juga aktivitas ekonomi dan sosial. 

Dalam proyeksi ini: 

Distribusi barang bisa lebih cepat atau justru terhambat 

Akses ke pusat kota bisa berubah signifikan 

Pola perjalanan kerja dan sekolah ikut terdampak. 

Artinya, kebijakan ini akan memengaruhi mobilitas ribuan warga setiap hari. 

Keputusan Tetap Menunggu Hasil Resmi 

Hingga saat ini, pemerintah melalui Dinas Perhubungan Kota Palu masih melakukan kajian. 

Simulasi ini hanya menggambarkan kemungkinan dampak berdasarkan data awal. Keputusan akhir tetap menunggu hasil survei resmi yang ditargetkan rampung dalam waktu dekat. 

Sistem dua arah di Jembatan I Palu dan Jembatan III Palu bisa menjadi solusi—atau justru masalah baru. 

Semua bergantung pada satu hal: data. 

Jika hasil kajian mendukung, Palu berpeluang memiliki sistem lalu lintas yang lebih efisien. Jika tidak, perubahan bisa memperbesar risiko kemacetan.***

Editor : Muhammad Awaludin
#Jembatan Palu #simulasi transportasi #lalulintas #kota palu #Dishub Palu