Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Momentum May Day, Apindo Sulteng Ajak Sinergi Hadapi Tekanan Ekonomi

Talib • Sabtu, 2 Mei 2026 | 20:53 WIB
Dok
Dalam peringatan hari buruh se dunia di Palu, Apindo mengajak seluruh elemen pengusaha, pekerja, dan pemerintah untuk memperkuat kolaborasi triparti.(Dok)

RADARPALU - Di tengah bayang-bayang tekanan ekonomi global, Ketua Apindo Sulteng, Wijaya Chandra, mengajak seluruh elemen pengusaha, pekerja, dan pemerintah untuk memperkuat kolaborasi tripartit.

Bukan sekadar perayaan, May Day di Palu tahun ini menjadi momen refleksi untuk "naik kelas". 

Dari menjaga integritas hingga meningkatkan kompetensi SDM, tujuannya satu yakni, menjaga keberlangsungan usaha dan kesejahteraan bersama. 

Baca Juga: Nelayan Diminta Waspada, Angin Kencang Masih Berpotensi di Sulteng

Bertempat di Warkop Wali Kota, peringatan hari buruh se dunia di Palu dihadiri oleh Wali Kota Palu Hadianto Rasyid, Kapolres Palu Kombes Pol. Hari Roseno, serta jajaran pengurus serikat buruh.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sulawesi Tengah, Wijaya Chandra, memberikan sorotan tajam pada kondisi ekonomi yang saat ini masih dibayangi tekanan serius.

Dalam pandangannya, ia menegaskan bahwa keberlangsungan dunia usaha sangat bergantung pada keseimbangan hubungan antara tiga pilar utama yakni, pengusaha, pekerja, dan pemerintah.

Baca Juga: Wagub Reny Lamadjido Dorong Biliar Jadi Mesin Ekonomi, Investor Siap Bangun Fasilitas Lengkap

Wijaya mengungkapkan bahwa saat ini pelaku usaha tengah berada dalam fase "survival" atau bertahan hidup. 

Upaya ekstra dilakukan guna memastikan roda bisnis tetap berputar tanpa harus menempuh jalan pahit berupa Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

"Tripartit ini harus berjalan seimbang. Jika salah satu tidak berfungsi, maka keseimbangan akan terganggu," ujar Wijaya. 

 

Ia juga mengapresiasi minimnya konflik ketenagakerjaan di Palu yang sampai ke meja hijau, sebuah prestasi komunikasi yang menurutnya harus tetap dijaga.

Di tengah kerumitan administratif dan hukum yang membayangi dunia usaha mulai dari sengketa tanah hingga persoalan utang, Apindo tetap mendorong para pekerja untuk tidak berhenti berkembang.

Wijaya menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) agar pekerja mampu bertransformasi menjadi pimpinan atau pengusaha di masa depan.

Baca Juga: Kunjungi Sentra Telur, Wawali Palu Dorong Perlindungan Lahan Peternak

Ia mencontohkan banyak kisah sukses yang bermula dari posisi bawah, seperti sopir atau petugas keamanan yang berhasil mencapai puncak karier karena kedisiplinan dan kemauan belajar.

"Peluang selalu ada bagi mereka yang mau berkembang. Jaga integritas, disiplin, dan jauhi perilaku negatif seperti narkoba serta perjudian yang dapat menghancurkan masa depan," tegasnya.

Optimisme tetap diusung oleh Apindo Sulteng. Wijaya meyakini jika komunikasi harmonis antara pemerintah, pengusaha, dan buruh terus terjaga, hal tersebut akan menjadi magnet kuat bagi investor untuk menanamkan modal di Sulawesi Tengah, khususnya Kota Palu.

Baca Juga: Masih di Zona Degradasi, Persis Hadapi Ujian Berat Lawan Malut

Menutup pernyataannya, Wijaya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat semangat gotong royong.

Stabilitas ekonomi dan kemajuan daerah hanya bisa dicapai melalui doa dan kerja sama yang solid di tengah ketidakpastian global.(*)

Editor : Mugni Supardi
#May Day #buruh #APINDO #palu #bisnis