RADAR PALU- Isu pembatasan BBM subsidi dan pembukaan jalur dua arah di sejumlah jembatan utama Palu menjadi sorotan, menyusul rapat koordinasi lintas instansi yang digelar di kantor wali kota.
Informasi tersebut beredar luas di grup WhatsApp terkait hasil rapat koordinasi di Kantor Wali Kota Palu yang membahas pembatasan BBM hingga rencana perubahan arus lalu lintas di sejumlah titik strategis kota. Isu ini langsung menyita perhatian masyarakat karena dinilai berdampak besar pada aktivitas harian.
Rapat tersebut digelar pada Kamis (2/4/2026) sekitar pukul 09.00 WITA, menghadirkan sejumlah pihak penting, mulai dari unsur Pemerintah Kota Palu, kepolisian, hingga perwakilan Pertamina dan pengelola SPBU.
Baca Juga: Pantai Ruru Dipenuhi Sampah Kiriman, Warga Mamboro Barat Turun Tangan Bersihkan Pesisir
Dalam rapat itu, sejumlah poin krusial dibahas, di antaranya pembatasan distribusi bahan bakar minyak (BBM), pengaturan kendaraan berat, hingga rencana pembukaan jalur dua arah di Jembatan I dan Jembatan III Palu.
Berdasarkan informasi yang beredar, terdapat rencana pembatasan pengisian BBM jenis pertalite untuk kendaraan roda empat maksimal 50 liter per hari.
Sementara itu, untuk solar disebutkan dibatasi hingga 200 liter per hari dengan pengaturan waktu pengisian tertentu. Selain itu, kendaraan besar seperti truk trailer dan tronton diarahkan mengisi solar hanya di empat SPBU yang telah ditentukan.
Tak hanya itu, rencana pembukaan jalur dua arah di Jembatan I dan III juga menjadi sorotan. Kebijakan tersebut dikabarkan masih menunggu surat edaran resmi dari Wali Kota Palu sebelum diterapkan.
Menanggapi informasi yang viral tersebut, Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Sulteng, Kompol Reky Moniung, Sabtu (4/4) membenarkan adanya rapat koordinasi dimaksud. Namun, ia menegaskan bahwa untuk hasil resmi rapat, masyarakat diimbau mengonfirmasi langsung kepada pihak terkait.
“Informasinya benar ada kegiatan rapat dimaksud, untuk hasil rapat bisa dikonfirmasi langsung ke Pemerintah terkait,” ujarnya. (who)
Editor : Wahono.