RADAR PALU – Pemerintah Kota Palu mulai menggeser pendekatan dalam menangani persoalan kebersihan. Melalui surat edaran yang segera diterbitkan, tanggung jawab menjaga lingkungan kini ditegaskan berada di tangan masing-masing individu, bukan lagi semata berbasis wilayah.
Langkah ini diambil sebagai respons atas masih maraknya persoalan sampah di sejumlah titik kota. Pemkot menilai, pola lama yang menitikberatkan tanggung jawab pada aparat wilayah seperti lurah, RT, dan RW belum cukup efektif.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu, Ibnu Mundzir, menjelaskan bahwa kebijakan baru ini merupakan arahan langsung dari Wali Kota Palu. Intinya, pembagian peran akan dibuat lebih jelas dan spesifik hingga ke tingkat rumah tangga.
Baca Juga: Gempa M 7,6 Malut Terasa di 3 Provinsi, BMKG Catat 48 Gempa Susulan
“Ke depan, setiap individu dan rumah tangga harus tahu dan menjalankan tanggung jawabnya masing-masing. Tidak lagi bersifat umum,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Dengan skema ini, setiap warga diwajibkan memastikan kebersihan di lingkungan sekitarnya, mulai dari pengelolaan sampah hingga menjaga area tempat tinggal tetap bersih.
Pemkot juga menekankan bahwa pengelolaan kebersihan tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Peran aktif masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan kota yang sehat dan tertata.
Baca Juga: Tak Pelit Ilmu, SMA Al-Azhar Palu Bantu Sekolah Lain Berprestasi
“Kalau hanya mengandalkan pemerintah, tentu tidak cukup. Harus ada kesadaran kolektif yang dimulai dari individu,” jelas Ibnu.
Untuk memastikan kebijakan ini berjalan efektif, seluruh lurah diminta aktif menyosialisasikan surat edaran tersebut kepada warga. Setiap rumah tangga ditargetkan mengetahui dan memahami aturan baru tersebut.
Pemkot berharap, perubahan pendekatan ini mampu mendorong tumbuhnya kesadaran baru di tengah masyarakat. Dengan keterlibatan aktif warga, Palu dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi kota yang bersih dan berstandar global.
Baca Juga: BMKG Turunkan Tim Ahli, Pasang Seismograf di Maluku Utara Pascagempa M 7,6
“Kalau masyarakatnya kooperatif dan sadar peran, bukan tidak mungkin Palu bisa jadi kota yang lebih maju dan nyaman,” tutupnya. (*)
Editor : Agung Sumandjaya