RADAR PALU – SD Inpres 2 Tanamodindi menghadirkan pendekatan unik dalam membangun hubungan antara sekolah dan orang tua siswa melalui konsep “Polibu”.
Kepala SD Inpres 2 Tanamodindi, Isnaeni, menjelaskan bahwa Polibu berasal dari bahasa Kaili yang berarti pertemuan. Konsep ini menjadi fondasi komunikasi antara guru dan wali murid, tidak hanya dalam bentuk rapat formal, tetapi juga melalui interaksi aktif sehari-hari.
“Polibu itu artinya pertemuan. Dalam pertemuan tersebut, orang tua dan guru membahas perkembangan anak, khususnya dalam pelajaran. Di sekolah ini, setiap kelas memiliki program Polibu,” ujar Isnaeni saat ditemui, Jumat (27/3).
Implementasi Polibu dilakukan melalui berbagai cara, mulai dari grup WhatsApp kelas hingga keterlibatan langsung orang tua dalam kegiatan sekolah.
Kedekatan ini terlihat saat persiapan berbagai kegiatan, di mana orang tua turut membantu membersihkan kelas, menyiapkan konsumsi, hingga mendampingi anak saat tampil dalam kegiatan ekstrakurikuler seperti drumben, mayoret, fashion show, dan lomba menghias kelas.
Menurut Isnaeni, keterlibatan aktif orang tua ini sangat efektif dalam memantau perkembangan anak, termasuk saat masa libur maupun menjelang ujian.
“Orang tua bisa mengontrol anak-anak melalui komunikasi di Polibu, sehingga mereka tetap belajar dan tidak menambah masa libur,” tambahnya.
Melalui konsep ini, SD Inpres 2 Tanamodindi tidak hanya fokus pada pendidikan akademik, tetapi juga membangun hubungan emosional yang kuat antara sekolah, siswa, dan orang tua.(cr1)
Editor : Mugni Supardi