RADAR PALU - Sekolah menengah pertama di Kota Palu, yakni SMPN 3 Palu, menggelar program Pesantren Kilat selama Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat karakter dan spiritualitas siswa melalui pembelajaran agama secara intensif.
Program Pesantren Kilat SMPN 3 Palu berlangsung sejak akhir pekan lalu di lingkungan sekolah yang berada di Jalan Kemiri, Palu Barat. Kegiatan ini diikuti para siswa dengan jadwal pembinaan yang dimulai setelah salat Dzuhur hingga menjelang waktu berbuka puasa.
Selama kegiatan berlangsung, siswa tidak hanya mengikuti kegiatan seremonial Ramadan. Mereka mendapatkan pembelajaran agama secara intensif yang difokuskan pada pemahaman dasar-dasar keislaman.
Kepala SMPN 3 Palu, Ariet, mengatakan materi yang diberikan kepada siswa mencakup berbagai aspek penting dalam pendidikan agama.
“Materi-materi yang kita sampaikan itu pertama, baca Al-Quran, hafalan-hafalan dalam baca Al-Quran, surat-surat pendek, kemudian akidah, akhlak, dan sejarah-sejarah pada saat zaman Nabi,” ujar Ariet, Kamis (12/3).
Dalam Pesantren Kilat SMPN 3 Palu ini, siswa dibimbing untuk memperdalam kemampuan membaca Al-Qur’an sekaligus menghafal sejumlah surat pendek. Selain itu, mereka juga mendapatkan pembelajaran mengenai akidah dan akhlak sebagai fondasi dalam membangun karakter.
Materi sejarah kehidupan Nabi juga menjadi bagian dari pembelajaran. Hal ini diharapkan dapat memberi teladan bagi siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Untuk memastikan kegiatan berjalan efektif, sekolah melibatkan lima guru agama internal yang secara bergantian mendampingi para siswa selama kegiatan berlangsung.
Dengan jumlah siswa yang cukup banyak dibandingkan tenaga pengajar, sekolah menerapkan sistem pelaksanaan bergiliran. Setiap kelas mendapatkan jadwal khusus untuk mengikuti Pesantren Kilat.
Baca Juga: Pesantren Kilat Ramadan Digelar di Sekolah-sekolah Palu, Jadi Bagian Pembinaan Karakter Siswa
Skema satu kelas satu hari ini membuat kegiatan dapat berlangsung lebih fokus. Di sisi lain, suasana Ramadan di sekolah juga terasa lebih hidup.
Setiap hari kegiatan selalu ditutup dengan acara buka puasa bersama. Tradisi ini berlangsung selama tiga hari berturut-turut dan menjadi momen kebersamaan antara siswa dan guru.
Menurut Ariet, Pesantren Kilat SMPN 3 Palu tidak hanya berfokus pada kegiatan ibadah semata. Tujuan utama kegiatan ini adalah menanamkan kecintaan siswa terhadap agama sejak usia dini.
Ia menilai masa remaja merupakan periode penting bagi siswa untuk menemukan jati diri. Karena itu, sekolah berupaya hadir memberikan pembinaan yang positif.
“Tujuannya supaya anak-anak lebih mencintai agamanya. Karena sifat dari sekolah itu selalu membina dan mengarahkan. Walaupun riak-riak dari anak-anak itu wajar karena mereka sedang mencari bentuk, tetapi sekolah tetap hadir untuk mereka,” jelasnya.
Pihak sekolah berharap kegiatan Pesantren Kilat SMPN 3 Palu tidak hanya berdampak selama Ramadan saja. Nilai-nilai spiritual yang diperoleh siswa diharapkan terus terbawa dalam kehidupan sehari-hari.
Ariet juga berharap kualitas pendidikan di sekolahnya terus meningkat, seiring dengan komitmen seluruh civitas akademika dalam membangun lingkungan belajar yang lebih baik.***
Editor : Muhammad Awaludin