RADAR PALU - Memasuki 2026, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu tidak langsung bicara ekspansi besar. Manajemen memilih membenahi hal yang paling dasar lebih dulu.
Listrik, air, gas hingga telekomunikasi menjadi prioritas sebelum menarik lebih banyak investor masuk.
Direktur Utama PT Bangun Palu Sulawesi Tengah (Perseroda), Sony Panukma Widianto, mengatakan tahun ini difokuskan pada penguatan infrastruktur dan utilitas kawasan.
“Fokus yang fundamental dulu. Utilitas seperti listrik, air, gas, dan telekomunikasi serta infrastruktur,” ujarnya kepada Radar Palu, Kamis (12/2/2026).
Menurutnya, kesiapan internal menjadi kunci untuk meningkatkan daya tarik KEK. Tanpa infrastruktur dan layanan dasar yang memadai, sulit menggaet tenant baru.
Pemenuhan utilitas tersebut tidak dikerjakan sendiri. Pihaknya tengah menjajaki kerja sama dengan sejumlah mitra potensial, termasuk BUMN dan BUMD di Jakarta.
“Kami aktif mencari partner yang bisa support. Beberapa sudah potensial,” katanya.
Sony menilai kesiapan lahan, infrastruktur, dan utilitas adalah syarat utama sebelum masuk ke tahap perluasan kerja sama investasi.
Setelah aspek fundamental rampung, manajemen akan mempercepat negosiasi dengan tenant potensial. Salah satu yang tengah dijajaki adalah perusahaan asal Jepang, Kanadevia, yang disebut berminat berinvestasi di sektor biogas.
Menurut Sony, investasi biogas berpotensi mendorong ekonomi sirkular dan membuka peluang baru bagi pengembangan industri berbasis energi terbarukan di kawasan.
Ia berharap kehadiran tenant yang kredibel dapat menjadi katalis bagi investor lain untuk masuk ke KEK Palu.
“Kalau sudah ada tenant yang kuat, biasanya akan diikuti yang lain,” ujarnya.***
Editor : Muhammad Awaludin