RADAR PALU - Status Kota Layak Anak Palu ditarget naik tahun ini. Setelah bertahan di Strata Pratama, pemerintah kota mulai bergerak mengejar level Madya.
Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) diminta memperkuat komitmen dan melengkapi indikator penilaian dari pemerintah pusat.
Langkah itu ditandai dengan sosialisasi yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Palu di Kantor Wali Kota, Kamis (12/2/2026).
Kepala DP3A Palu, Royke Abraham, mengatakan capaian tahun lalu menjadi pijakan untuk naik satu tingkat.
“Tahun lalu kita sudah di Strata Pratama. Tahun ini kita upayakan ke Strata Madya,” ujarnya.
Menurut Royke, kunci penilaian ada pada konsistensi program pemenuhan hak anak di setiap OPD. Bukan hanya berjalan, tapi juga terdokumentasi dengan baik.
Seluruh laporan OPD nantinya dikumpulkan dan diinput ke aplikasi pemerintah pusat sebagai bagian dari evaluasi mandiri.
Setelah itu, tim pusat akan melakukan penilaian lanjutan, termasuk verifikasi lapangan sekitar September hingga Oktober.
“Hasil akhirnya biasanya keluar di akhir Desember. Di situ akan terlihat apakah Palu naik strata atau tidak,” jelasnya.
Dalam sistem Kota Layak Anak, terdapat empat tingkatan penilaian: Pratama, Madya, Nindya, dan Utama.
Selain penguatan di level OPD, DP3A juga menyiapkan koordinasi dengan kecamatan dan kelurahan.
Forum Anak di tingkat wilayah akan diperkuat. Begitu pula pembentukan aktivis Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) dan satgas penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Langkah ini dinilai penting agar perlindungan anak tidak berhenti di kebijakan, tetapi terasa sampai ke lingkungan terdekat.
Program Kota Layak Anak merupakan inisiatif Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) yang dievaluasi setiap tahun. Sejumlah daerah di Indonesia saat ini berlomba meningkatkan strata sebagai indikator komitmen terhadap perlindungan dan pemenuhan hak anak.***
Editor : Muhammad Awaludin