RADAR PALU - Belum sepenuhnya difungsikan, Elevated Road di kawasan Teluk Palu sudah lebih dulu memancing perhatian. Bukan hanya karena bentangnya yang ikonik, tapi juga peluang ekonomi yang mulai terbaca oleh pelaku usaha.
Ratusan UMKM menyatakan minat untuk hadir di kawasan tersebut. Pemerintah kota kini berada pada fase krusial: menata antusiasme agar tak berubah jadi persoalan baru.
Elevated Road yang menghubungkan Silae hingga Kampung Nelayan mulai diproyeksikan sebagai ruang aktivitas UMKM. Konsep ini tengah disiapkan oleh Dinas Koperasi, UMKM, dan Tenaga Kerja Kota Palu.
Fasilitator Kemitraan Bidang UMKM, Dian Novita, mengatakan minat pelaku usaha jauh di atas perkiraan awal. Pendaftaran tenant dilakukan secara daring dan melibatkan inkubator bisnis lokal.
“Peminatnya sangat banyak. Hampir 900 UMKM mendaftar,” kata Dian saat ditemui, Rabu (28/1/2026).
Jumlah tersebut membuat pemerintah tidak serta-merta membuka ruang seluas-luasnya. Seleksi dilakukan agar kawasan tetap tertata dan jenis usaha tidak menumpuk pada satu sektor.
“Untuk sementara kami targetkan sekitar 500 UMKM, dengan kualifikasi tertentu supaya variatif,” ujarnya.
Seleksi tidak hanya berbasis jenis usaha. Dinas juga menyiapkan proses wawancara untuk memastikan kesiapan pelaku UMKM sebelum berjualan di ruang publik tersebut.
“Tugas kami melakukan wawancara dan pendampingan,” kata Dian.
Pengelolaan kawasan menjadi perhatian lain. Dian menegaskan, UMKM yang nantinya berjualan di Elevated Road wajib menjaga kebersihan dan ketertiban.
“Kami tidak ingin kawasan ini kotor atau semrawut karena sampah,” tambahnya.
Perencanaan Elevated Road sebagai ruang UMKM dilakukan lintas OPD. Sejumlah instansi dilibatkan untuk memastikan pengembangan kawasan berjalan terarah.
“Untuk koordinasi lintas OPD, saat ini BRIDA yang akan menangani,” ungkap Dian.
Bagi Pemkot Palu, Elevated Road bukan hanya soal menambah ruang usaha. Kawasan ini dipersiapkan sebagai wajah baru kota yang harus dikelola dengan rapi sejak awal.
“Masih dalam tahap pengolahan konsep dan pematangan,” tutupnya.***
Editor : Muhammad Awaludin