Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Dinas Sosial Kota Palu Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Asrama Parigi

Nur Soima Ulfa • Sabtu, 15 November 2025 | 08:00 WIB

BANTUAN : Dinas Sosial Kota Palu salurkan bantuan untuk korban kebakaran di Jalan Yodjokodi dan Lorong Berdikari, Palu Timur pada Kamis (13/11/2025).
BANTUAN : Dinas Sosial Kota Palu salurkan bantuan untuk korban kebakaran di Jalan Yodjokodi dan Lorong Berdikari, Palu Timur pada Kamis (13/11/2025).
RADAR PALU-Dinas Sosial (Dinsos) Kota Palu cepat tanggap merespons kebakaran yang terjadi di Jalan Yodjokodi dan Lorong Berdikari, Palu Timur. Kebakaran yang melahap 17 rumah terdiri 12 petak Asrama Parigi dan 5 unit rumah warga mendapatkan bantuan dari  Dinsos Kota Palu pada Kamis (13/11/2025).

Ada sekitar 22 bantuan logistik disalurkan mulai dari kasur, selimut, beras, mie, hingga makanan siap saji untuk makan malam.

Kepala Dinsos Kota Palu, Susik SKM MSi mengungkapkan, Dinsos berupaya bergerak lebih cepat untuk masyarakat Kota Palu. Baik dalam kebencanaan maupun masalah sosial. Dia juga mengucapkan rasa terimakasih kepada seluruh lapisan masyarakat untuk kerjasama di bidang sosial.

Sekitar pukul 19.50 WITA, 6 personil Dinsos Kota Palu langsung tanggap mendatangi lokasi kebakaran. Bersama 10 anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Palu mereka mendirikan 1 tenda pengungsi, serta tambahan 1 tabung gas, 1 buah kompor beserta regulator, dan 2 wajan penggorengan. Hal ini disampaikan oleh Rio Wijaya selaku Staf Penelaah Teknis Kebijakan Dinsos Palu.

Sementara itu, warga yang mendapatkan bantuan berucap syukur dan berterima kasih. “Alhamdulillah, kasihan ada bantuan,” ujar salah seorang warga yang terdampak yang kini tinggal di tenda pengungsian.

BANGUN TENDA: Tenda untuk korban kebakaran sudah didirikan di lokasi terdampak.
BANGUN TENDA: Tenda untuk korban kebakaran sudah didirikan di lokasi terdampak.

 

Meski begitu Radar Palu menemukan sebagian warga dan korban menilai bantuan tersebut kurang tepat sasaran. Menurut mereka, bantuan diberikan berdasarkan jumlah kepala keluarga bukan per individu.

“Bukan perorang. Harusnya perorang. Karena bantuannya itu dibagi perorang tidak rata. Tidak kebagian semua. Selimut cuman satu, sedangkan orang yang tinggal di dalam rumah (asrama) itu ada empat orang (per petaknya),”  sanggah salah seorang ibu yang menjadi korban kebakaran.

Setiap rumah mendapatkan masing-masing satu item bantuan yang semestinya diberikan berdasarkan jumlah jiwa. Tercatat pada setiap petak asrama diisi oleh empat orang. Selain itu, 4 buah bantuan kompor gas justru tidak sampai ke tenda asrama melainkan ke tangan warga yang rumahnya juga terdampak.

Di sisi lain, hingga jam 7 malam, tenda dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu yang berdiri hanya satu buah tenda pengungsi dan satu tenda untuk dapur darurat. Hal ini mengundang kecewa dari para korban. Sementara itu, Wakil Wali (Wawali) Kota menugaskan stafnya Wahid untuk meninjau lokasi.

“Saya sudah lapor sama Ibu (Walwali), supaya kalau bisa tendanya ditambah. Kemudian permintaan warga di sini kan, berupa alat kelengkapan dapur untuk masak, mereka mau buka dapur umum biar mereka sendiri yang masak,” ucap Staf Wahid.

Dia juga mendata keperluan lainnya yang belum tersedia. Di antaranya tempat tidur, lampu, tikar, pakaian, dan selimut. Dia mengaku prihatin dan sigap menelepon Kadis Dinsos Susik menyampaikan kondisi pengungsi. Terdengar Kadis Susik terkejut mengetahui kompor bantuan tidak sampai ke tenda pengungsi. (cr1)

Editor : Nur Soima Ulfa
#bantuan #Dinsos Kota Palu #asrama Parigi #Kebakaran #kebakaran Asrama Parigi